Blitar, serayunusantara.com – Menurut banyak masyarakat yang sering singgah ke pantai, menikmati senja memberi ketenangan yang tak kalah mendalam dibanding mendengar deru ombak.
Warna jingga yang menyapu langit membuat hati ikut luluh, seolah mengajak kita bernapas lebih pelan.
Seorang warga pesisir berkata, “Kalau sudah lihat senja, rasanya semua capek hilang.” Baginya, cahaya lembut di ufuk barat menjadi penghibur yang selalu ditunggu setelah hari yang melelahkan.
Warga lain menambahkan bahwa perpaduan hembusan angin sore dan suara ombak menghadirkan suasana yang sulit dicarikan tandingannya. Momen itu membuat mereka merasa lebih dekat dengan diri sendiri, sekaligus memberi ruang untuk menenangkan pikiran.
Baca Juga: Kawasan Hulu Selatan Blitar Kian Terbuka, Warga Ingat Banjir 2004, Perhutani Dinilai Abai
Ada juga yang mengaku bahwa senja di pantai selalu membawa rindu. Entah pada seseorang, masa lalu, atau sekadar suasana damai yang pernah mereka miliki. Keindahan langit yang berubah perlahan membuat kenangan terasa lebih hidup.
Bagi sebagian masyarakat, senja bukan hanya fenomena visual, tetapi pengalaman batin. Detik-detik matahari tenggelam memberi kesempatan untuk merenung, mengakui rasa lelah, dan menyadari bahwa hari selalu punya cara indah untuk berpamitan.
Tak heran jika banyak orang tetap kembali ke pantai, meski hanya untuk duduk dan memandangi langit. Bagi mereka, senja adalah jeda sederhana namun penuh makna—tempat di mana hati boleh beristirahat, meski hanya sebentar. (Ke/ha)







