Blitar, serayunusantara.com – Tanaman janda bolong atau Monstera adansonii pernah menjadi salah satu koleksi paling dicari saat Covid-19.
Masyarakat yang lebih banyak beraktivitas di rumah mulai mencari hal-hal sederhana untuk memberi kenyamanan. Tanaman dengan daun unik berlubang ini pun menjadi pilihan favorit.
Menurut Rini, warga yang mulai merawat tanaman sejak awal pandemi, janda bolong terasa seperti teman diam yang selalu hadir.
“Setiap pagi saya melihat daun barunya, rasanya seperti ada harapan kecil,” ujarnya. Bagi Rini, tanaman ini bukan sekadar hiasan, tetapi pengingat untuk tetap tenang.
Baca Juga: Blitar Ekraf CollaboArt Festival Sukses Digelar, Padukan Ekonomi Kreatif, Seni, dan Budaya Lokal
Masyarakat lain juga merasakan manfaat serupa. Banyak yang mengatakan janda bolong membawa nuansa segar dan menyenangkan, terutama ketika rumah menjadi tempat berlindung dari ketidakpastian. Keindahan daunnya seolah menghadirkan kesejukan di sudut-sudut ruangan.
Pada masa itu, minat terhadap janda bolong meningkat karena tampilannya yang estetik dan mudah dirawat. Warga seperti Arfan mengaku rela berburu bibit ke berbagai daerah. “Dulu harganya bisa melonjak, tapi rasanya puas kalau sudah berhasil menanamnya,” katanya.
Tanaman ini dianggap memberi aktivitas positif ketika banyak orang merasa jenuh dan cemas. Merawatnya menjadi rutinitas kecil yang bisa diandalkan, mulai dari menyiram, mengelap daun, hingga memindahkan pot. Aktivitas sederhana itu memberikan rasa kendali di tengah situasi yang tidak menentu.
Di media sosial, janda bolong sering tampil dalam foto-foto rumah minimalis. Hal ini semakin memperkuat tren masyarakat untuk mulai merawat tanaman.
Baca Juga: Adu Gengsi Lintas Prodi, Final Futsal UNU Blitar Tutup Gelaran Turnamen Penuh Solidaritas
Mereka merasa kehadiran janda bolong membuat suasana rumah lebih hangat dan nyaman, memberikan sedikit pelarian dari hiruk pikuk berita pandemi.
Meski tren tanaman hias kini tidak sekuat masa Covid-19, janda bolong masih memiliki tempat di hati banyak orang. Perawatannya yang tidak rumit membuatnya tetap menjadi favorit di berbagai rumah. Tanaman ini seolah membawa simbol ketahanan, tumbuh perlahan meski situasi di luar terasa berat.
Bagi sebagian warga, janda bolong adalah saksi perjalanan mereka melewati masa yang penuh tantangan.
Tanaman ini tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga menyimpan kenangan tentang bagaimana masyarakat mencari kedamaian melalui hal-hal kecil. Hingga kini, janda bolong tetap berdiri sebagai pengingat bahwa keindahan bisa tumbuh kapan saja, bahkan pada masa paling sulit. (Ke/ha)







