Blitar, serayunusantara.com – Pada hari Selasa tanggal 13 Januari 2026 telah terlaksana Seminar Nasional Qiroat yang diadakan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir Universitas Nahdlatul Ulama Blitar.
Acara tersebut dihadiri oleh lembaga-lembaga formal seperti SMAN 1, 2, dan 3 Blitar juga MAN 1, 2, dan 3 Blitar, MA Hasanuddin dll. Untuk lembaga non-formal yang juga ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, seperti PP. Roudhotul Muta’alkimin Minggirsari, PP. Bustanul Muta’allimat, PP. Maftahul Ulum Jatinom, dan masih banyak lagi.
Dalam salah satu rundown acara terdapat tampilan Demonstrasi Amtsilati yang menjadi ajang pertunjukan kompetensi Mahasiswa Ilmu Al Qur’an Dan Tafsir UNU Blitar dalam memahami kitab kuning.
Hal ini menjadi bukti bahwa prodi IAT UNU Blitar telah memiliki trobosan nyata dalam memberikan pemahaman dasar pada mahasiswa guna mendalami kitab ulama’ salaf yang menjadi dasar induk pemahaman kitab tafsir.
Diawal acara warek 2 UNU Blitar Dr. Yaoma Tertibi, M.H memberikan cerita bahwa awal dibentuknya FAI beliau sedikit khawatir bagaimana memberikan dasar agama yang mumpuni untuk para mahasiswa mengingat Ilmu agama harus dikuatkan dengan dasar yang kuat seperti Ilmu nahwu dll.
Kemudian Abdullah Muhammad Al Hasan sebagai direktur Pusat Studi Kitab Kuning (PUSTAKA) UNU Blitar ketika awal Demonstrasi Amtsilati menjelaskan,
“Sesuai yang dikhawatirkan bapak warek 2 kita tentang dasar yang perlu diberikan kepada mahasiswa, maka PUSTAKA telah hadir untuk membackup kekhawatiran tersebut” Ujarnya.
Dilain itu, ketika proses seminar pemateri pertama Ahmad Fauzan Pujianto, M.Ag berkata untuk Amtsilati “Ketika Mahasiswa IAT bisa Amtsilati dan mampu dalam Qiro’at Al Quran maka akan menjadi orang yang hebat” (berkata dengan nada semangat). Ini menjadi motivasi besar untuk para mahasiswa dan para hadirin yang ada.
Semoga adanya PUSTAKA dengan membawakan program Amtsilati dapat memberikan kontribusi yang lebih baik untuk UNU Blitar kedepan. (Fin/Serayu)







