Kediri, serayunusantara.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melakukan langkah inovatif dengan mengubah wajah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) menjadi destinasi yang lebih produktif.
Kawasan yang dulunya hanya dianggap sebagai tempat pembuangan limbah, kini disulap menjadi ikon wisata edukasi dan ruang terbuka hijau yang ramah bagi masyarakat.
Transformasi ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif sekaligus memberikan sarana belajar mengenai pengelolaan sanitasi yang modern, Sabtu (31/02/2026).
Penataan kawasan ini mencakup penambahan taman, fasilitas swafoto, hingga area edukasi mengenai proses pengolahan limbah secara teknis.
Pemkot Kediri berharap tempat ini tidak hanya berfungsi secara ekologis untuk menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika dan manfaat ekonomi bagi warga sekitar melalui kunjungan wisatawan lokal maupun pelajar yang ingin belajar tentang sanitasi.
Soni (45), seorang warga sekitar yang menyaksikan perubahan kawasan tersebut, mengaku terkesan dengan hasil pembangunan ini.
Baca Juga: Luar Biasa! Kota Kediri Raih UHC Award 2026, Kepesertaan JKN Tembus 99,21 Persen
“Dulu orang mungkin enggan mendekat ke area IPLT, tapi sekarang tempatnya sudah asri seperti taman kota,” ujarnya.
Pemkot Kediri menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini tetap mengedepankan fungsi utama pengolahan limbah yang higienis dan tidak berbau.
Dengan teknologi pengolahan yang sudah diperbarui, operasional IPLT tetap berjalan maksimal tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang untuk berwisata atau bersantai.
Melalui keberhasilan menyulap kawasan IPLT ini, Kota Kediri membuktikan bahwa infrastruktur perkotaan yang bersifat teknis dapat diintegrasikan dengan aspek gaya hidup dan edukasi, menjadikannya salah satu terobosan manajemen lingkungan terbaik di Jawa Timur. (Fis/Serayu)







