Kediri, serayunusantara.com — Langkah preventif diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri untuk melindungi warga dari ancaman luapan air di musim penghujan.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot resmi memasang perangkat Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini di titik rawan banjir Kelurahan Bujel.
Pemasangan alat sensor ketinggian air ini bertujuan untuk memberikan peringatan cepat kepada masyarakat agar dapat segera melakukan evakuasi mandiri sebelum debit air meningkat ke level berbahaya, Senin (02/02/2026).
Kelurahan Bujel dipilih sebagai lokasi pemasangan karena letak geografisnya yang menjadi jalur aliran air dari dataran tinggi, sehingga sering mengalami peningkatan debit air secara mendadak saat intensitas hujan tinggi.
Sistem EWS ini akan bekerja secara otomatis dengan mengeluarkan bunyi sirine saat sensor mendeteksi ketinggian air telah melewati ambang batas aman, sekaligus mengirimkan data real-time ke pusat komando BPBD.
Yanto (50), salah seorang warga Kelurahan Bujel, mengaku merasa lebih tenang dengan adanya alat tersebut.
Baca Juga: Inovasi Lingkungan: Pemkot Kediri Sulap Kawasan IPLT Menjadi Ikon Wisata Edukasi Baru
“Selama ini kami sering was-was kalau hujan deras di hulu turun lama, takut banjir datang tiba-tiba pas malam hari,” tuturnya.
Data dari BPBD Kota Kediri menunjukkan bahwa penggunaan teknologi EWS secara signifikan dapat menurunkan risiko korban jiwa dan kerugian harta benda akibat bencana hidrometeorologi.
Selain pemasangan alat, Pemkot Kediri juga terus melakukan normalisasi saluran drainase dan penguatan tanggul di sepanjang aliran sungai yang melintasi kawasan pemukiman padat penduduk.
Dengan adanya integrasi antara teknologi peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat, Pemkot Kediri berharap Kelurahan Bujel dan sekitarnya dapat lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana banjir, sekaligus mewujudkan keamanan lingkungan yang berkelanjutan. (Fis/Serayu)







