Jakarta, serayunusantara.com — Timnas Indonesia harus puas menyandang predikat runner-up dalam turnamen FIFA Series 2026 setelah menelan kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3/2026) malam. Satu-satunya gol tercipta melalui eksekusi penalti Marin Petkov pada menit ke-35.
Meski kalah, performa Timnas Indonesia sesungguhnya cukup menjanjikan. Garuda menguasai bola secara dominan dengan penguasaan 71 persen berbanding 29 persen milik Bulgaria. Sebelumnya pada laga pembuka, Indonesia menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis dengan Beckham Putra menyumbang dua gol.
Turnamen ini menandai debut pelatih anyar John Herdman asal Inggris yang resmi menggantikan Patrick Kluivert sejak Januari 2026. Meski kecewa dengan hasil akhir, Herdman memberikan penilaian positif terhadap kualitas permainan anak asuhnya.
“Malam ini seharusnya menjadi kemenangan untuk Indonesia. Bulgaria adalah tim peringkat 80 dunia, tetapi menurut saya, malam ini Indonesia bermain lebih baik,” ujar Herdman usai pertandingan.
Pelatih berkebangsaan Inggris itu juga menyoroti kemampuan adaptasi tim dalam waktu singkat. “Kemampuan berpindah antara dua sistem bertahan dalam dua hari adalah hal positif. Kami bisa menjadi salah satu tim paling adaptif di Asia, dan itu akan menjadi kekuatan besar saat menghadapi tim kuat,” jelasnya.
Herdman memuji kontribusi pemain muda yang tampil dari bangku cadangan.
“Saya rasa Beckham dan Dony tampil sangat baik dari bangku cadangan. Mereka menunjukkan bahwa untuk Hyundai Cup (ASEAN Championship 2026) nanti, mereka bisa menjadi pemain penting,” katanya, merujuk pada Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas.
Baca Juga: Demi Panggilan Timnas: Beckham Putra Rela Tunda Mudik Usai Konsistensi di BRI Super League 2025/2026
Gelandang Thom Haye turut menilai proses adaptasi di bawah kepelatihan baru sebagai “awal yang menjanjikan” bagi masa depan Timnas Indonesia.
Herdman mengaku akan mundur sejenak selama dua pekan ke depan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Fokus berikutnya adalah mempersiapkan tim untuk ASEAN Championship 2026 atau Hyundai Cup yang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi era baru kepelatihan Timnas Indonesia. (Ko/serayu)



















