Batu, serayunusantara.com — Destinasi wisata baru bertema dunia jamur Mikutopia di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah dihantam rentetan insiden pada pekan pertama April 2026.
Wahana yang baru beroperasi reguler sejak 21 Maret 2026 ini menghadapi tiga persoalan serius secara bersamaan.
Insiden pertama terjadi pada Senin (23/3/2026) ketika Suyati (45), warga Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, meninggal dunia saat menemani suaminya mengantre tiket masuk. Korban tiba-tiba jatuh pingsan sekitar pukul 11.50 WIB di area loket.
Petugas wisata langsung membawa korban ke Pos P3K Mikutopia untuk penanganan awal, lalu merujuknya ke RS dr. Tri Punten, tetapi korban dinyatakan meninggal dalam perjalanan. Pihak keluarga mengonfirmasi korban memiliki riwayat darah tinggi.
Kapolsek Bumiaji AKP Anton Hendry Subagijo menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
“Benar, memang ada kejadian wisatawan meninggal dunia. Waktu menunggu suaminya antre tiket, yang bersangkutan tiba-tiba jatuh pingsan,” ujarnya.
Baca Juga: Wanita Asal Batu Laporkan Mantan Kekasih, Diduga Sebar Konten Pribadi ke Keluarga
Ia menambahkan, “Keluarga korban juga tidak mempermasalahkan peristiwa ini, dan sudah merelakan karena memang istrinya memiliki riwayat sakit darah tinggi.”
Manajer Operasional Mikutopia Panji Akbar Ramdhani menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga korban.
“Kami telah berkomunikasi secara kekeluargaan dengan pihak korban. Pihak keluarga menyampaikan bahwa almarhumah memang memiliki riwayat sakit jantung. Manajemen Mikutopia juga telah memberikan bantuan proses pemakaman sebagai bentuk empati dan tanggung jawab kami,” jelasnya.
Insiden kedua muncul pada Jumat (3/4/2026) ketika video dari akun TikTok @madesyaki02 menjadi viral setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @reels.malang dan ditonton lebih dari 182.000 kali.
Rekaman tersebut memperlihatkan suasana panik di area wahana bernama “Tiram” yang diduga mengalami kerusakan struktural. Manajemen Mikutopia membantah wahana patah dan menyatakan yang terjadi adalah pengunjung jatuh dan terkilir.
Baca Juga: Wanita Asal Batu Laporkan Mantan Kekasih, Diduga Sebar Konten Pribadi ke Keluarga
Persoalan semakin pelik setelah WALHI Jawa Timur mengungkapkan bahwa Mikutopia belum mengantongi dokumen AMDAL meski sudah beroperasi komersial. Direktur Eksekutif WALHI Jatim Pradipta Indra Ariono mengkritik keras hal tersebut.
“Bagaimana bisa sebuah wisata beroperasi kalau Amdal-nya saja masih proses? Harusnya setiap bangunan atau usaha melengkapi izin prinsip dan AMDAL terlebih dahulu,” tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengakui perlunya evaluasi lebih lanjut.
“Kita akan lakukan monitoring lagi terkait kesiapan mereka. Fasilitas seperti ruang pemeriksaan dan tenaga medis harus ada. Selama ini kami belum melakukan survei mendalam karena statusnya masih uji coba,” ujarnya.
Kontroversi juga muncul dari sisi sosial. Lahan seluas 7 hingga 10 hektare yang digunakan Mikutopia sebelumnya merupakan kebun apel yang menjadi identitas Kota Batu. Parno, warga Desa Tulungrejo, menyuarakan kekhawatiran tersebut.
“Banyak yang tidak setuju, tapi memilih diam. Takut mendapat stigma dari yang mendukung. Padahal yang kami pikirkan adalah masa depan desa dan identitasnya,” ungkapnya. (Ko/serayu)



















