Blitar, serayunusantara.com – Dampak konflik di kawasan Timur Tengah mulai dirasakan oleh pelaku usaha di daerah, termasuk di Blitar. Harga plastik packing untuk ikan koi dilaporkan mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, harga plastik packing per rol berada di kisaran Rp85 ribu, namun kini melonjak hingga Rp140 ribu. Kenaikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 64 persen.
Salah satu pengusaha ikan koi asal Blitar, Erik dari Mbok Singgah Koi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga mulai terasa sejak momen Lebaran 2026. Ia menyebut, saat bulan Ramadan harga masih stabil, namun setelah itu terjadi lonjakan yang cukup drastis.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Level Rp17.000 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Menurutnya, kenaikan harga plastik packing ini berdampak langsung pada biaya operasional usaha. Di sisi lain, daya beli konsumen justru mengalami penurunan akibat situasi ekonomi global, sehingga pelaku usaha kesulitan menyesuaikan harga jual.
Para pelaku usaha kini terpaksa bertahan di tengah kondisi tersebut, sembari berharap situasi konflik global segera mereda agar harga bahan baku kembali normal dan aktivitas ekonomi bisa kembali stabil.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Ancaman Kenaikan Harga Energi Bayangi Ekonomi Indonesia
Sebagai informasi, kenaikan harga plastik di Indonesia dipengaruhi oleh terganggunya pasokan bahan baku seperti nafta. Kondisi ini terjadi akibat dampak konflik di Timur Tengah yang menghambat jalur distribusi energi global, termasuk melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia. (San)



















