Jakarta, serayunusantara.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini memasuki tahap baru. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Perum Bulog mulai menguji pemanfaatan teknologi iradiasi berbasis nuklir untuk menjaga kualitas sekaligus memperpanjang masa simpan beras.
Langkah ini ditandai dengan kunjungan teknis serta diskusi di fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) milik BRIN di kawasan GA Siwabessy, Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis kedua lembaga yang telah dilakukan pada Februari 2026 dalam rangka mendorong inovasi pangan berbasis riset.
Baca Juga: Riset BRIN Ungkap Fenomena Upwelling Selatan Jawa, Potensi Hasil Tangkapan Ikan Meningkat
Dalam kunjungan itu, tim Bulog meninjau langsung proses iradiasi menggunakan akselerator elektron, mulai dari sistem konveyor hingga ruang iradiasi. Teknologi ini dinilai efektif untuk mengendalikan hama, menekan pertumbuhan mikroorganisme, serta menjaga mutu beras tanpa mengubah karakteristik dasarnya.
Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Syaiful Bahkri, menyebut teknologi ini memiliki potensi besar sebagai solusi berbasis riset untuk menjaga kualitas pangan selama masa penyimpanan. Ia berharap kolaborasi dengan Bulog dapat mempercepat penerapan teknologi tersebut secara nyata di lapangan.
Dari sisi Bulog, inovasi ini dipandang mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan logistik pangan. Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menilai umur simpan beras yang lebih panjang akan berdampak langsung pada stabilitas pasokan dan harga di pasar.
Baca Juga: Indonesia dan India Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Dorong Riset dan Program MBA
Namun demikian, Bulog menegaskan bahwa penerapan teknologi ini masih memerlukan kajian lanjutan, terutama terkait aspek teknis dan keekonomian. Ke depan, kedua pihak akan memperdalam analisis, menyusun draft kerja sama, serta menyiapkan uji coba pada komoditas beras.
Sinergi antara BRIN dan Bulog ini diharapkan mampu memperkuat sistem logistik pangan nasional agar lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan ketersediaan beras tetap terjaga bagi masyarakat. (San)



















