Bedah rumah di Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Ahad, 9 Maret 2025. (Foto: Achmad Zunaidi/serayunusantara.com)
Blitar, serayunusantara.com – Bupati Blitar, Rijanto, bersama jajaran Muspika Kecamatan Ponggok dan Kepala Desa Kawedusan menghadiri kegiatan bedah rumah bagi Bapak Suri, warga Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Minggu (9/3/2025).
Program ini diinisiasi oleh Komunitas Laskar Peduli Kasih (LPK) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blitar sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Rijanto mengapresiasi kolaborasi antara LPK dan PMI yang telah berkontribusi dalam program bedah rumah ini.
“Alhamdulillah, saat ini pembangunan rumah Bapak Suri hampir rampung. Kami menargetkan dalam tiga hari ke depan, rumah ini sudah bisa ditempati,” ujar Bupati Rijanto.
Ia menegaskan bahwa gotong royong adalah kunci utama dalam menyukseskan program sosial semacam ini.
“Tidak semua bantuan harus berupa uang. Partisipasi dalam bentuk tenaga dan material juga sangat berarti untuk mempercepat proses pembangunan,” tambahnya.
Namun, ia juga mengakui bahwa untuk menyelesaikan rumah tersebut, bantuan dana masih sangat dibutuhkan.
“Jika masih ada kekurangan dalam proses ini, kami berharap siapa pun yang memiliki rezeki lebih dapat menyalurkan bantuan. Apalagi ini bulan Ramadan, momen yang tepat untuk berbagi,” imbuhnya.
Baca Juga: Warga Desa Sumbersari Blitar Tolak Pendirian BTS, Alasan Radiasi dan Kerukunan
Sementara itu, Koordinator LPK Kabupaten Blitar, Retno, bersyukur program bedah rumah tahun ini bisa dimulai lebih awal.
“Alhamdulillah, kami memulai program ini dengan membedah rumah Pak Suri. Awalnya, kami berencana melaksanakan setelah Hari Raya, tetapi melihat kondisi rumah yang sudah membahayakan, kami memutuskan untuk segera bertindak,” ungkap Retno.
Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ini, LPK telah mengagendakan program serupa di beberapa desa lain, termasuk Gembongan, Jatilengger, Ponggok, Kalipucung, dan Karangrejo di Kecamatan Garum.
“Kami menyadari keterbatasan anggaran, tetapi kami berusaha mewujudkan program ini di berbagai lokasi yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Retno berharap program ini dapat berjalan lancar dan membantu lebih banyak masyarakat yang kesulitan membangun rumah secara mandiri. “Semoga target yang telah kami tetapkan bisa tercapai, sehingga lebih banyak warga bisa memiliki tempat tinggal yang layak,” pungkasnya. (adv/kmf/Jun)