Candi Dadi: Pesona Cagar Budaya di Puncak 389 Mdpl Tulungagung

Tulungagung, serayunusantara.com — Terletak di ketinggian 389 mdpl, Candi Dadi menjadi salah satu destinasi sejarah paling menarik di Kabupaten Tulungagung.

Bertempat di Krajan Tiga, Betak, Kecamatan Kalidawir, situs ini tidak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga menawarkan panorama alam yang memukau, menjadikannya tujuan favorit para pecinta budaya, pendaki ringan, dan wisatawan lokal yang ingin menikmati suasana berbeda.

Perjalanan menuju Candi Dadi biasanya dimulai dengan melewati pemukiman dan jalan setapak yang cukup landai. Meskipun berada di dataran tinggi, akses menuju lokasi relatif mudah dijangkau.

Setibanya di kawasan candi, pengunjung akan langsung disambut oleh suasana tenang khas perbukitan serta udara sejuk yang kontras dengan kesibukan kota.

Baca Juga: Candi Penataran, Kompleks Candi Terbesar di Jawa Timur Tetap Jadi Magnet Wisata Sejarah Blitar

Salah satu fakta menarik dari Candi Dadi adalah bentuk bangunannya yang tidak lagi utuh layaknya candi besar pada umumnya. Struktur berdiri tunggal di puncak bukit ini diyakini sebagai bagian dari kompleks percandian era Kerajaan Majapahit.

Meski tersisa dalam bentuk pondasi dan susunan batu monumental, pesona arsitektur batu andesitnya tetap memukau dan menyiratkan keagungan masa lalu.

Keunikan lainnya terlihat dari letak candi yang menjorok ke tebing, sehingga banyak pengunjung menyebutnya sebagai “candi di atas awan”, terutama saat pagi hari ketika kabut tipis menyelimuti area perbukitan.

Dari titik ini, panorama hamparan sawah, bukit-bukit hijau, dan langit luas menjadi sajian utama yang tak jarang membuat wisatawan betah berlama-lama.

Tak hanya menawarkan keindahan alam, Candi Dadi juga memiliki nilai spiritual bagi sebagian masyarakat.

Banyak yang mempercayai bahwa kawasan ini dulunya merupakan tempat pertapaan atau lokasi ritual penting, ditandai dari bentuk bangunan serta posisinya yang berada di ketinggian. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi pengunjung yang ingin merasakan ketenangan sekaligus jejak sejarah.

Warga sekitar, Joko (45), mengatakan bahwa Candi Dadi telah menjadi tujuan favorit terutama pada akhir pekan.

“Banyak yang datang untuk foto, belajar sejarah, atau sekadar menikmati pemandangan. Di sini suasananya adem dan tenang sekali,” ujarnya.

Selain sebagai objek wisata budaya, Candi Dadi juga kerap menjadi lokasi sunrise dan sunset hunting.

Cahaya keemasan yang menerpa susunan batu candi membuat lokasi ini tampak fotogenik, menjadikannya tempat yang populer di kalangan fotografer dan konten kreator.

Dengan perpaduan antara nilai sejarah, keindahan alam, dan suasana damai, Candi Dadi berhasil mempertahankan pesonanya sebagai salah satu destinasi terbaik di Tulungagung.

Cocok untuk wisata keluarga, penjelajah budaya, hingga pecinta fotografi, Candi Dadi adalah bukti bagaimana warisan masa lampau tetap mampu memikat hati pengunjung masa kini. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *