Cerita Seseorang yang Merawat Ikan Hias sebagai Penawar Lelah

Blitar, serayunusantara.com – “Melihat ikan-ikan kecil berenang di dalam akuarium itu seperti ngobrol tanpa kata,” ujar Rani, seorang pegawai toko yang setiap hari berkutat dengan rutinitas.

Ia mengaku detik pertama memandangi warna-warni ikan hias, rasa penatnya seolah rontok perlahan. Baginya, gerakan lembut sirip yang menari di air memberikan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Banyak masyarakat juga merasakan hal serupa; akuarium di rumah berubah menjadi ruang kecil untuk melarikan diri dari bisingnya pekerjaan. Saat lampu menyala lembut dan gelembung udara naik perlahan, suasana hati ikut mereda. Ada kenyamanan yang hadir dari suara halus air yang mengalir.

“Rasanya seperti punya dunia lain yang tenang,” tutur Arif, seorang pekerja kantor yang pulang malam hampir setiap hari. Ia menuturkan bahwa hanya duduk beberapa menit di depan akuarium sudah cukup mengubah mood-nya.

Baca Juga: Relokasi Pedagang Pasar Kesamben Blitar Dimulai 8 Desember, Ini Respons Para Pedagang

Ikan hias bukan sekadar peliharaan, tetapi teman diam yang menawarkan jeda. Warna-warninya membawa suasana cerah, sementara gerakannya memperlambat ritme pikiran yang berlarian. Banyak yang menganggap akuarium sebagai “terapi visual” sederhana namun efektif.

Pada akhirnya, di balik kaca bening itu, terdapat keteduhan yang tak selalu kita temukan di luar rumah.

Setelah bekerja sepanjang hari, memandangi ikan hias menjadi cara sederhana untuk pulih dan kembali merasa utuh. Keindahannya mengingatkan kita bahwa ketenangan kadang hadir dari hal-hal kecil. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *