Cetak Jurnalis Berintegritas: LPM Freedom UNISBA Blitar Gelar PJTD 2026 Fokus pada Akurasi dan Etika

Blitar, serayunusantara.com — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Freedom Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar sukses menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) tahun 2026.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (10/01/2026) ini bertempat di salah satu kelas di kampus UNISBA Blitar dengan mengusung tema yang sangat relevan, yakni “Pembekalan Jurnalistik untuk Praktik Informasi yang Akurat dan Beretika”.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para jurnalis muda dengan fondasi kepenulisan yang kuat di tengah derasnya arus disinformasi, Sabtu (10/01/2026).

Pelatihan ini menghadirkan berbagai materi esensial, mulai dari wacana pers mahasiswa, penulisan berita, hingga pemahaman mendalam mengenai Broadcasing (Podcast).

Para peserta yang terdiri dari mahasiswa calon anggota baru LPM Freedom, dan delegasi dari LPM Galeri IAI Sunan Giri Trenggalek yang nampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi dan praktik langsung.

Baca Juga: Tak Sekadar Teori: Peserta PJTD 5 Bhanu Tirta Terjun ke Desa Sumberasri, Gali Data dari Akar Rumput

Fokus utama kegiatan tahun ini adalah bagaimana menghasilkan produk informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam peliputan.

Laily Neni, Pimpinan Umum LPM Freedom UNISBA Blitar, menegaskan pentingnya acara ini sebagai gerbang awal pembentukan karakter jurnalis mahasiswa.

Neni mengungkapkan, melalui PJTD ini, pihaknya ingin menanamkan bahwa menjadi jurnalis bukan sekadar soal bisa menulis, tetapi soal tanggung jawab terhadap kebenaran.

Dirinya ingin anggota LPM Freedom memiliki standar yang tinggi dalam memverifikasi data sebelum dipublikasikan.

“Harapannya, lulusan pelatihan ini bisa menjadi agen informasi yang kredibel, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas,” jelas Neni saat ditemui di lokasi acara.

Kegiatan PJTD ini diharapkan dapat melahirkan regenerasi jurnalis kampus yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi dalam mengawal isu-isu publik ke depan. (Fin/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *