Jakarta, serayunusantara.com – Negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 terus mendorong upaya mediasi untuk meredam konflik Iran melalui rencana perundingan gencatan senjata yang akan digelar di Islamabad, Pakistan.
Sekretaris Jenderal D-8, Duta Besar Sohail Mahmood, menyampaikan bahwa sejumlah negara anggota seperti Pakistan, Turki, dan Mesir telah aktif melakukan diplomasi guna menekan eskalasi konflik. Ia menyebut, komunikasi intensif yang dilakukan dalam beberapa pekan terakhir membuka peluang penting bagi Amerika Serikat dan Iran untuk menghindari konflik yang lebih luas.
Baca Juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Packing Koi di Blitar Melonjak Tajam hingga 60 Persen
Meski demikian, Mahmood mengingatkan bahwa risiko terhadap stabilitas pasar energi global, khususnya pasokan minyak dari kawasan Teluk, masih cukup tinggi. Ia menekankan pentingnya sikap tanggung jawab semua pihak dalam proses perundingan yang sedang dirancang.
Di tengah situasi tersebut, Indonesia yang akan memegang keketuaan D-8 periode 2026–2027 memastikan bahwa agenda organisasi tetap berjalan. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang semula dijadwalkan pada April ditunda untuk mencari waktu yang lebih tepat.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Ancaman Kenaikan Harga Energi Bayangi Ekonomi Indonesia
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan bahwa penundaan tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia dalam memimpin organisasi. Koordinasi terus dilakukan dengan Sekretariat Jenderal D-8 dan negara anggota lainnya.
Dalam masa kepemimpinannya, Indonesia mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama,” dengan lima fokus utama, yakni penguatan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi hijau dan biru, konektivitas digital, serta reformasi internal organisasi.
Sebagai informasi, D-8 merupakan forum kerja sama ekonomi negara berkembang yang dibentuk pada 1997 dan kini beranggotakan sembilan negara, termasuk Indonesia, Turki, Iran, Pakistan, hingga Azerbaijan sebagai anggota terbaru. (San)



















