Blitar, serayunusantara.com — Langkah inovatif diambil oleh Bawaslu Kabupaten Blitar dalam menjaga keakuratan data pemilih.
Memanfaatkan momentum kegiatan kemanusiaan donor darah, para pengawas pemilu ini hadir di tengah masyarakat untuk mensosialisasikan Posko Aduan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).
Aksi “jemput bola” ini bertujuan untuk memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat tetap terdaftar, serta menghapus data pemilih yang sudah tidak memenuhi kriteria, Sabtu (07/02/2026).
Kehadiran Bawaslu di lokasi donor darah dinilai sangat strategis karena mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dalam suasana yang santai namun tetap edukatif.
Melalui posko mobile ini, warga dapat berkonsultasi langsung mengenai status daftar pemilih mereka, melaporkan anggota keluarga yang telah meninggal dunia, atau mendaftarkan pemilih pemula yang baru saja menginjak usia 17 tahun.
Suranto (46), salah seorang pendonor yang sempat mampir ke stan Bawaslu, menyambut baik kemudahan ini.
“Sambil antre donor darah, saya bisa cek nama saya di daftar pemilih. Tips dari saya untuk warga, mumpung ada posko begini, segera lapor kalau ada perubahan data,” ujarnya setelah mendapatkan informasi dari petugas.
Bawaslu Kabupaten Blitar menegaskan bahwa PDPB adalah proses krusial untuk menghasilkan daftar pemilih yang berkualitas dan akuntabel.
Dengan membuka kanal aduan di tempat-tempat umum seperti ini, Bawaslu berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam mengawasi data pribadi mereka meningkat, sehingga potensi sengketa data di kemudian hari dapat diminimalisir.
Sinergi antara kegiatan sosial dan pengawasan pemilu ini menjadi bukti bahwa edukasi demokrasi bisa dilakukan di mana saja.
Bawaslu berkomitmen akan terus menghadirkan posko serupa di berbagai titik keramaian guna memastikan hak pilih masyarakat Blitar tetap terjaga dengan aman. (Fis/Serayu)




















