Dua Santri Pesantren Blitar Raih Medali di Olimpiade Nasional

Muhammad Azhar Wisnu Octa Putra dan Leilani Olivia Fairahman meraih kesuksesan di Olimpiade tingkat nasional. (Foto: dok/istimewa/Mamba’us Sholihin 2)

Blitar, serayunusantara.com – Prestasi membanggakan datang dari Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar. Dua santri, Muhammad Azhar Wisnu Octa Putra dan Leilani Olivia, berhasil meraih medali perak dan perunggu dalam Pekan Olimpiade Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh LKP Astikom dan Deehati Global Loop.

Khodimul Ma’had Mambaus Sholihin 2, KH Moh Zainul Fajeri, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah bukti dari kerja keras dan dedikasi yang membuahkan hasil membanggakan.

“Ini adalah bukti bahwa santri kami memiliki potensi besar. Kami akan terus mendukung mereka untuk mencapai yang terbaik,” ujarnya, Selasa (16/07/2024), seperti dilansir dari laman NU Online Jatim.

Pekan Olimpiade Tingkat Nasional ini diikuti oleh ribuan pelajar dari berbagai daerah, menjadikannya ajang bergengsi yang menampilkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan prestasi ini, diharapkan Mambaus Sholihin 2 Blitar semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi unggul.

“Keberhasilan mereka telah membawa harum nama Mambaus Sholihin 2 dan membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, santri bisa berprestasi di berbagai bidang, tidak hanya dalam studi agama tetapi juga akademis,” tambahnya.

Muhammad Azhar Wisnu Octa Putra dikenal sebagai santri yang disiplin dan tekun. Ia telah berlatih selama berbulan-bulan untuk menghadapi kompetisi ini. Di tengah kesibukannya belajar kitab dan mengikuti pengajian, ia menyisihkan waktu untuk belajar matematika secara intensif.

“Setiap malam, saya melatih soal-soal dan berdiskusi dengan teman-teman. Itu membantu saya memahami konsep yang sulit,” ungkap Wisnu dengan penuh semangat.

Wisnu meraih medali perunggu dalam Olimpiade Matematika dan Bahasa Inggris. Menurutnya, dua medali perunggu ini adalah hasil kerja keras dan semangat belajar. Ia berharap prestasinya dapat memotivasi teman-teman santri lainnya untuk terus berprestasi.

“Ini baru awal, kami ingin terus meningkatkan diri dan membuat pesantren bangga,” tegasnya.

Baca Juga: Kemenkes Pastikan Keamanan Pangan dan Pondokan Jemaah Haji

Leilani Olivia, yang memiliki minat besar dalam bahasa, juga tidak kalah gigih. Ia sering terlihat di perpustakaan, mempelajari berbagai materi dan melakukan eksperimen sederhana.

Ia percaya bahwa bahasa bukan hanya tentang teori, tetapi juga praktik, yang ia terapkan dalam persiapan menuju kompetisi.

Leilani meraih medali perak pada cabang IPS dan Bahasa Indonesia. Ia mengaku sangat bersyukur bisa meraih medali perak dan bertekad membuktikan bahwa santri juga bisa bersaing di tingkat nasional.

Menurutnya, keberhasilan ia dan rekannya bukan hanya tentang medali, tetapi juga menjadi inspirasi bagi teman-teman santri lainnya.

“Semoga prestasi ini bisa memotivasi santri lain untuk lebih giat belajar dan tidak takut mengikuti kompetisi,” harapnya. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *