Durian Merah Banyuwangi Resmi Menjadi Indikasi Geografis Pertama di Indonesia

Banyuwangi, serayunusantara.com – Komoditas hortikultura unggulan Banyuwangi, Durian Merah Banyuwangi, resmi ditetapkan sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Penetapan ini menjadikannya sebagai buah durian pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat IG.

Sertifikat tersebut diterbitkan oleh Kementerian Hukum melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, setelah melalui proses pengajuan dan verifikasi sejak tahun 2023.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terbitnya sertifikat tersebut. Menurutnya, pengakuan IG bagi Durian Merah Banyuwangi menjadi tonggak penting dalam perlindungan produk lokal daerah.

Ipuk berharap status IG ini dapat menjadi sarana promosi yang efektif, meningkatkan produktivitas petani, khususnya di Kecamatan Songgon sebagai sentra durian merah, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Banyuwangi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda menjelaskan, Durian Merah Banyuwangi (Durio zibethinus L) memiliki ciri khas pada warna daging buah yang merah, cita rasa unik, dan aroma yang kuat. Keunggulan tersebut terbentuk dari perpaduan kondisi alam seperti tanah, iklim, dan ketinggian wilayah, serta kearifan lokal dalam teknik budidaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Durian merah Banyuwangi memiliki variasi warna daging berupa merah, merah pelangi, dan merah semburat. Secara fisik, buah ini berbentuk bulat hingga lonjong, berkulit kuning kehijauan, memiliki 4–7 juring, ketebalan daging 4,2–18,5 milimeter, serta porsi daging mencapai 41,7 persen.

Baca Juga: Digitalisasi Pemerintahan Banyuwangi Kembali Terbaik Nasional, Apa Saja Kriterianya?

Dari sisi rasa dan kualitas, durian ini dikenal beraroma kuat dengan perpaduan rasa manis dan pahit yang seimbang, tekstur lembut dan pulen, serta kandungan gizi tinggi seperti antioksidan dan vitamin C, dengan kadar lemak relatif rendah.

Ilham menambahkan, durian merah Banyuwangi tergolong langka. Saat ini baru tercatat enam pohon induk yang telah didaftarkan sebagai IG, dengan estimasi produksi rata-rata mencapai empat ton per pohon.

Durian Merah Banyuwangi berasal dari enam varietas unggul nasional, yakni Balqis, SOJ, Gandrung, Sayu Wiwit, Tawangalun, dan Madu Blambangan. Varietas tersebut dibudidayakan di sejumlah kecamatan, antara lain Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono.

Sejak 2015, tercatat sebanyak 12 jenis durian lokal Banyuwangi telah didaftarkan sebagai varietas unggul, enam di antaranya merupakan durian merah. Sementara itu, luas panen durian di Banyuwangi mencapai 3.262 hektare dengan total produksi sekitar 27.890 ton yang tersebar di beberapa kecamatan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, sertifikat IG Durian Merah Banyuwangi telah diserahkan kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Kecamatan Songgon. Perlindungan ini diharapkan mampu menjaga kekayaan genetik lokal dari klaim dan penyalahgunaan pihak luar. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *