Blitar, serayunusantara.com — Nasi goreng telah lama menjadi salah satu kuliner paling digemari di Indonesia, termasuk di wilayah Blitar.
Hidangan sederhana berbahan dasar nasi ini bukan hanya mudah ditemukan, tetapi juga memiliki banyak keunikan yang membuatnya selalu dirindukan.
Di Blitar sendiri, nasi goreng hadir dengan karakter khas yang menjadikannya berbeda dari daerah lain.
Memasuki berbagai kedai dan warung makan di Blitar, aroma nasi goreng yang dimasak menggunakan wajan besar langsung menyambut para pengunjung.
Banyak penjual masih mempertahankan gaya memasak tradisional—menggunakan arang atau kompor api besar—yang membuat rasa nasi goreng semakin harum dan autentik.
Salah satu fakta menarik adalah penggunaan bumbu halus khas Jawa Timuran yang cenderung lebih gurih dan sedikit pedas.
Baca juga: Kuliner Malam Favorit di Blitar, Rumah Nasi Goreng 99 Tawarkan Porsi Besar dan Rasa Juara
Bawang merah, bawang putih, terasi, dan cabai menjadi elemen penting yang tidak bisa dilewatkan.
Di beberapa titik, seperti kawasan Kepanjenkidul dan Sananwetan, pedagang nasi goreng dikenal memiliki racikan bumbu turun-temurun yang membuat pelanggan selalu kembali.
Selain itu, masyarakat Blitar memiliki kebiasaan unik dalam menikmati nasi goreng, yaitu menambahkan lauk pelengkap seperti telur ceplok setengah matang, ayam suwir manis-pedas, hingga irisan sosis.
Beberapa tempat bahkan menawarkan topping khas seperti kerupuk merah dan sambal bawang yang menambah cita rasa.
Nasi goreng Blitar juga tidak lepas dari kreativitas para pedagang.
Di beberapa lokasi, ada yang menawarkan nasi goreng sambal bawang, nasi goreng mercon, hingga nasi goreng smoky yang dimasak dengan bara arang, menciptakan aroma sangit yang khas namun tetap lezat.
Menu-menu inovatif ini sering menjadi perbincangan para pecinta kuliner lokal.
Rudi, salah satu penjual nasi goreng di kawasan Kanigoro, menjelaskan bahwa cita rasa nasi goreng Blitar sangat dipengaruhi oleh selera masyarakat yang menyukai rasa gurih dan sedikit pedas.
“Orang Blitar suka masakan yang kuat bumbunya. Jadi kami menyesuaikan racikan, terutama bawang dan terasinya,” ujarnya.
Dengan ragam variasi, penggunaan bumbu khas, serta kebiasaan masyarakat yang menjadikan nasi goreng sebagai menu andalan setiap saat, nasi goreng di Blitar berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu kuliner favorit yang tak lekang oleh waktu.
Terjangkau, lezat, dan kaya karakter—hidangan ini selalu berhasil memikat siapa saja yang mencicipinya. (Fis/Serayu)







