Blitar, serayunusantara.com — Getaran kuat akibat gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang berpusat di Pacitan dirasakan hingga ke wilayah Blitar. Meski pusat gempa berada di laut, dampak rambatannya dilaporkan menyebabkan kerusakan pada setidaknya dua rumah warga di Kabupaten Blitar.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat kini tengah melakukan pendataan cepat dan meninjau lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan penghuni, Jumat (06/02/2026).
Kerusakan yang dilaporkan umumnya berupa keretakan pada dinding bangunan dan atap yang runtuh sebagian. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan, serta memastikan kondisi struktur bangunan rumah masing-masing sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
Syahroni (48), salah seorang warga yang merasakan kuatnya guncangan, menceritakan pengalamannya.
“Guncangannya terasa cukup lama dan membuat panik. Kalau ada gempa lagi, segera cari tempat berlindung di bawah meja yang kuat atau keluar ke area terbuka. Keselamatan nyawa jauh lebih penting daripada harta benda,” ujarnya.
Data terkini dari BMKG menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun getarannya cukup signifikan dirasakan di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur.
BPBD Kabupaten Blitar terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menyisir daerah-daerah terpencil yang mungkin juga mengalami kerusakan serupa namun belum terlaporkan.
Dengan adanya kejadian ini, masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya kesiapsiagaan bencana secara mandiri.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan pendampingan bagi warga yang rumahnya terdampak agar proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat dan aman. (Fis/Serayu)


















