Genjot Pendapatan Daerah: Sektor Pasar Kabupaten Kediri Ditargetkan Tembus Rp 9,3 Miliar pada 2026

Kediri, serayunusantara.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Perdagangan menetapkan target ambisius untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar di tahun anggaran 2026.

Tidak main-main, angka yang dipatok mencapai Rp 9,3 miliar. Target ini mencerminkan optimisme pemerintah daerah terhadap pemulihan ekonomi serta optimalisasi potensi retribusi dari puluhan pasar tradisional yang tersebar di wilayah Bumi Panjalu, Jumat (16/01/2026).

Peningkatan target ini didasari oleh rencana perbaikan infrastruktur pasar dan digitalisasi sistem penarikan retribusi untuk meminimalisir kebocoran anggaran.

Selain itu, revitalisasi beberapa pasar besar yang menjadi pusat perputaran uang di tingkat kecamatan diharapkan mampu mendongkrak minat pedagang dan pengunjung.

Dengan manajemen pasar yang lebih profesional, pemerintah yakin kontribusi sektor perdagangan terhadap kas daerah akan semakin signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Warga Tiron Banyakan Kediri Demo Tuntut Transparasi Tukar Guling Tanah Kas Desa

Heri (42), seorang pengelola pasar di wilayah Kabupaten Kediri, memberikan tanggapannya mengenai tantangan pencapaian target tersebut.

Menurutnya, target Rp 9,3 miliar ini memang cukup menantang, tapi sangat masuk akal jika fasilitas pasar terus diperbaiki. Pihaknya di lapangan terus berupaya meningkatkan pelayanan agar pedagang nyaman dan tertib administrasi.

“Kuncinya ada pada transparansi; kalau pedagang melihat pasar semakin bersih dan ramai, mereka juga tidak akan keberatan memenuhi kewajiban retribusinya. Kami optimistis sinergi antara dinas dan pengelola pasar bisa mewujudkan target tersebut,” jelas Heri.

Pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri juga berencana melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar.

Melalui pengawasan yang ketat dan inovasi layanan, pemerintah daerah berharap sektor pasar tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh dan modern di masa depan. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *