Kediri, serayunusantara.com – Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin atau Gus Qowim, turut mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam kegiatan Sapa Bansos yang digelar di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri, Minggu (1/3/2026). Kehadiran Gus Qowim menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan perlindungan masyarakat rentan.
Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Sapa Bansos ke-7 sepanjang tahun 2026. Bantuan yang disalurkan meliputi bantalan sosial bersifat karitatif bagi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas berat dan lansia kurang mampu. Program yang diberikan antara lain asistensi sosial bagi penyandang disabilitas, PKH Plus untuk lansia kurang mampu, KIP Jawara untuk penanganan kemiskinan ekstrem, serta zakat produktif sebagai penguat ekonomi masyarakat.
Menurutnya, program-program ini diharapkan dapat melengkapi langkah yang telah dilakukan pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat. Setiap daerah memiliki strategi masing-masing dalam menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, sekaligus memperkuat sektor ekonomi, khususnya UMKM. Karena itu, program Pemprov Jatim hadir sebagai bentuk komplementaritas dan penguatan dari kebijakan serupa di tingkat pusat maupun daerah.
Sementara itu, Gus Qowim menyampaikan apresiasi atas penyaluran bantuan sosial tersebut. Ia menilai program Sapa Bansos sejalan dengan prioritas Pemerintah Kota Kediri dalam mempercepat pengentasan kemiskinan yang diimbangi dengan pembangunan fondasi ekonomi yang kokoh. Langkah ini juga mendukung visi Kota Kediri untuk maju melalui pemerataan pembangunan ekonomi dan peningkatan produktivitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Nuansa Ramadan 1447 H di TMMD ke 127 Kediri, Satgas dan Warga Gadungan Tarawih Bersama
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat, mengurangi kesenjangan sosial, serta mendorong kemandirian masyarakat. Terlebih menjelang Ramadan dan Idulfitri, bantuan ini diharapkan memperkuat daya tahan sosial dan ekonomi warga agar dapat beribadah dengan lebih tenang.
Di akhir kegiatan, Gus Qowim berpesan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara bijak dan sesuai peruntukannya.
Adapun bantuan yang disalurkan untuk wilayah Kota dan Kabupaten Kediri meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas, PKH Plus Lansia, Bantuan Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP) Putri Jawara, bantuan kemiskinan ekstrem, zakat produktif, operasional pendamping PKH Plus, tali asih bagi Tagana dan TKSK, Program Pemberdayaan BUMDes, Desa Berdaya, Jatim Puspa, hingga Bantuan Keuangan Desa. Total nilai bantuan yang diserahkan mencapai lebih dari Rp15 miliar sebagai bagian dari ikhtiar Pemprov Jatim mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani beserta jajaran Pemprov Jatim, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, unsur Forkopimda Plus Kota dan Kabupaten Kediri, kepala OPD dari kedua daerah, serta para penerima manfaat.




















