Blitar, serayunusantara.com — Kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) di Kabupaten Kediri kembali membuktikan daya tariknya sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Pada hari pertama tahun 2026, Kamis (01/01/2026), ikon yang menyerupai Arc de Triomphe di Perancis ini “diserbu” oleh puluhan ribu wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah, yang ingin menikmati suasana liburan tahun baru.
Sejak pagi hingga malam hari, arus kendaraan yang menuju pusat monumen terpantau padat merayap. Wisatawan tampak memadati area taman hijau, lorong bawah tanah, hingga pelataran monumen untuk berswafoto.
Keindahan arsitektur monumen yang megah dipadukan dengan berbagai hiburan rakyat dan sentra kuliner membuat SLG menjadi pilihan utama keluarga untuk menghabiskan waktu bersama.
Anang (38), seorang wisatawan asal Blitar, mengaku rela menempuh perjalanan jauh demi membawa keluarganya melihat langsung kemegahan SLG di awal tahun.
Baca Juga: Bingung Malam Tahun Baru ke Mana? Ini 3 Destinasi Favorit di Kediri untuk Menutup Tahun 2025
Ia mengaku, setiap tahun baru dirinya memang sering ke Kediri. Menurutnya, suasana di SLG ini unik, rasanya seperti di luar negeri tapi kulinernya tetap lokal banget.
“Anak-anak senang bisa lari-lari di taman, meskipun hari ini memang ramai sekali sampai harus antre buat foto di spot utama,” tuturnya saat ditemui di pelataran monumen.
Meskipun terjadi lonjakan pengunjung yang signifikan, situasi di lokasi terpantau tetap kondusif berkat kesiapsiagaan petugas gabungan dari Dishub, Satpol PP, dan Kepolisian Resor Kediri.
Petugas terlihat sibuk mengatur alur pejalan kaki dan mengarahkan kendaraan ke kantong-kantong parkir yang telah disediakan untuk menghindari kemacetan total di lingkar utama SLG.
Petugas Keamanan Kawasan SLG mengimbau para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan waspada terhadap barang bawaan mereka di tengah kerumunan.
“Kami memprediksi gelombang wisatawan masih akan terus berdatangan hingga akhir pekan besok. Kami meminta kerja sama pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan agar keindahan monumen ini tetap terjaga,” jelasnya.
Pesta rakyat dan bazar UMKM di sekitar monumen diprediksi akan menjadi penutup manis rangkaian perayaan tahun baru di Kediri. (Fis/Serayu)







