Jangan Fokus ke Nasi! Rahasia Metabolisme Juara dengan Makan Sayur Saat Berbuka

Blitar, serayunusantara.com — Setelah belasan jam mengistirahatkan pencernaan, momen berbuka puasa sering kali menjadi ajang “balas dendam” dengan mengonsumsi gorengan atau minuman manis secara berlebih.

Namun, para ahli kesehatan mulai mengingatkan warga Blitar akan pentingnya kembali ke dasar: menjadikan sayuran hijau sebagai menu utama saat azan Magrib berkumandang, Selasa (24/02/2026).

Makan sayur saat berbuka bukan sekadar tren hidup sehat, melainkan kebutuhan biologis untuk menjaga tubuh tetap bugar hingga waktu sahur tiba.

Sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi yang banyak tersedia di pasar-pasar tradisional Blitar, memiliki kandungan serat tinggi yang berfungsi untuk “membangunkan” usus secara perlahan tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.

Baca Juga: Berkah Senja di Jalan Nias: Toko Sayur Blitar Justru Diserbu Warga Menjelang Maghrib

Wahyu (38), yang kini mulai rutin menyelipkan porsi sayur lebih banyak di piring berbukanya, merasakan perbedaan nyata pada kebugaran tubuhnya.

“Dulu saya kalau buka langsung hantam nasi padang atau gorengan, efeknya malah ngantuk berat pas Tarawih. Ternyata sayur itu fungsinya buat ‘pelumas’ biar mesin tubuh kita nggak kaget setelah seharian mati mesin,” ungkapnya.

Menjadikan sayur sebagai “pemeran utama” saat berbuka adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan selama bulan suci. Dengan pencernaan yang lancar, ibadah malam seperti Tarawih dan tadarus pun dapat dijalankan dengan lebih fokus tanpa gangguan rasa kantuk atau perut kembung. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *