Jatim, serayunusantara.com – Polda Jawa Timur mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 34% selama 11 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran 1446 H/2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Berikut rincian perbandingannya:
Statistik Kecelakaan:
– Total kasus 2025: 350 kasus (vs 527 kasus di 2024)
– Korban meninggal: 5 orang (vs 24 orang di 2024) – turun 79%
– Luka berat: 23 orang (vs 31 orang) – turun 8%
– Luka ringan: 577 orang (vs 826 orang) – turun 30%
Strategi Pengamanan:
1. Personel: 15.000 anggota dikerahkan di bawah koordinasi Kapolres
2. Fokus Pengawasan:
– Destinasi wisata utama
– Jalur arus balik strategis
– Simpul-simpul jalan rawan macet
3. Sistem Informasi:
– Update real-time 24 jam via media sosial
– Koordinasi dengan media mainstream
– Rekomendasi jalur alternatif
Analisis Tren:
– Periode operasi: 23 Maret – 8 April 2025
– Puncak arus balik diprediksi 5-7 April 2025
– Anomali lalu lintas: kepadatan disebabkan oleh:
– Arus silaturahmi
– Aktivitas wisata
– Mulai terdeteksi arus balik di H+3 Lebaran
Baca Juga: Polres Blitar Siagakan Pleton Khusus untuk Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2025
Rekomendasi Perjalanan:
– Pantau update informasi melalui:
– Media sosial resmi Polda Jatim
– Siaran media partner
– Pertimbangkan jalur alternatif khususnya di:
– Pasuruan
– Batu
– Banyuwangi
– Magetan (khususnya Telaga Sarangan)
“Penurunan angka kecelakaan ini menjadi bukti efektivitas sinergi antara penegakan hukum dan kesadaran masyarakat. Kami akan terus memantau hingga puncak arus balik,” tegas Kombes Pol Komarudin, Direktur Ditlantas Polda Jatim.
Data ini dihimpun hingga H+3 Lebaran (3/4/2025) dengan harapan tren positif terus berlanjut hingga akhir operasi pada 8 April 2025. (Pes/Serayu)