Gresik, serayunusantara.com — Sebuah insiden kekerasan keluarga yang mengerikan menimpa seorang pria berinisial AA di Kecamatan Manyar, Gresik. AA menjadi korban amukan brutal ayah kandung dan adik tirinya sendiri saat bermaksud bertamu pada malam hari.
Peristiwa yang nyaris merenggut nyawa tersebut dipicu oleh respons agresif pelaku yang keluar rumah membawa senjata tajam hingga berujung pada pengeroyokan fisik secara sadis, Sabtu (07/02/2026).
Kejadian bermula saat AA mengetuk pintu rumah dan memanggil ayahnya dengan sapaan “Cak Kas”. Bukannya sambutan hangat, sang ayah justru keluar membawa sebilah celurit yang membuat AA lari ketakutan.
Malangnya, AA tertangkap dan langsung dikeroyok. Dalam kondisi tidak berdaya, adik tiri AA menyerang bagian wajah secara brutal hingga menyebabkan jaringan saluran air mata AA robek dan terputus.
AA (Korban) menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya harus berpura-pura mati agar penganiayaan berhenti.
“Saya benar-benar merasa nyawa saya berada di ujung. Kepala saya dipukul dan diinjak bergantian, mata saya berusaha dicongkel dengan jari. Saya menyadari satu-satunya cara agar bertahan hidup adalah berpura-pura sekarat,” ungkap AA.
Baca Juga: Suami di Blitar Terduga Pelaku KDRT: Sempat Antar Istri ke Puskesmas Sebelum Diamankan
Ia juga mengatakan, bahkan saat dirinya sudah terluka parah, ayahnya terus meneriakkan ancaman akan membunuhnya jika ayahnya sampai dipenjara karena kejadian ini,
Keselamatan AA akhirnya tertolong setelah aparat kepolisian tiba di lokasi, diduga atas laporan warga yang melintas.
AA segera dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik untuk menjalani operasi mata darurat dengan biaya mencapai Rp11 juta yang hingga detik ini ia tanggung sendiri.
Selain luka fisik yang permanen pada indra penglihatan, AA kini juga dihantui trauma mendalam akibat intimidasi dan ancaman pembunuhan yang dilontarkan ayah kandungnya berkali-kali di lokasi kejadian.
Saat ini, Polres Gresik telah mengamankan kedua pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Penegakan hukum atas kasus penganiayaan berat ini menjadi harapan besar bagi AA agar mendapatkan keadilan, terutama mengingat tindakan tersebut dilakukan oleh orang-orang terdekatnya sendiri. (Fis/Serayu)



















