Blitar, serayunusantara.com — Di tengah dominasi camilan impor dan makanan cepat saji, ketela atau singkong rebus tetap mempertahankan posisinya sebagai makanan tradisional favorit yang menyehatkan dan mengenyangkan di Blitar.
Dikenal dengan rasa yang gurih alami dan tekstur yang lembut, singkong rebus seringkali menjadi pilihan utama untuk teman minum teh atau kopi di sore hari.
Ketela rebus merupakan contoh sempurna dari panganan lokal yang sederhana namun kaya manfaat.
Sebagai sumber karbohidrat kompleks, singkong memberikan energi yang bertahan lama dan mengandung serat yang baik untuk pencernaan.
Baca Juga: Risol, Camilan Favorit dari Generasi ke Generasi Tetap Digemari di Blitar
Proses perebusannya yang minim tambahan bumbu juga menjadikannya pilihan yang lebih sehat dibandingkan digoreng.
Seorang pedagang makanan tradisional di pasar Blitar, Ibu Mariyah (65), mengungkapkan bahwa permintaan terhadap singkong rebus tidak pernah surut, terutama di musim hujan.
“Kalau sudah dingin begini, paling enak ya makan ketela rebus yang masih hangat, apalagi ditambah taburan kelapa parut dan sedikit garam. Tidak cuma yang tua, anak muda juga banyak yang cari karena harganya sangat terjangkau,” ungkapnya.
Ketela rebus membuktikan betapa kuatnya akar kuliner lokal Indonesia.
Komoditas ini tidak hanya berperan sebagai sumber pangan alternatif yang penting, tetapi juga menjaga warisan rasa tradisional yang terus lestari di tengah perkembangan zaman. (Fis/Serayu)







