Surabaya, serayunusantara.com – Arus lalu lintas yang padat merayap kembali menjadi pemandangan harian yang melelahkan di kawasan Ketintang, Kota Surabaya.
Titik kepadatan paling parah terpantau di sepanjang jalan yang berdekatan dengan kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada jam-jam krusial pulang kuliah dan jam operasional kantor.
Ribuan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terjebak dalam kondisi padat merayap yang mengular panjang.
Titik temu antara para pelajar yang baru selesai sekolah, mahasiswa yang keluar dari area kampus, serta para pekerja yang hendak kembali ke rumah menjadi faktor utama membeludaknya volume kendaraan.
Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan, 32 Kampus di Surabaya Digandeng Salurkan Beasiswa
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kendaraan yang keluar-masuk dari gang-gang pemukiman di sekitar Ketintang.
Ahmad Bagus, salah satu pengguna jalan yang rutin melintasi kawasan tersebut, mengungkapkan keresahannya. Menurutnya, waktu tempuh yang biasanya singkat kini membengkak berkali-kali lipat akibat sumbatan lalu lintas tersebut.
“Berharap ada solusi yang diberikan sehingga kemacetan ini tidak terjadi lagi dan transportasi yang dilakukan oleh masyarakat dan jalan lancar dan roda perekonomian juga begitu,” ujar Ahmad Syafii saat ditemui di lokasi, Jumat (13/02/2026).
Keluhan tersebut mencerminkan harapan besar masyarakat akan adanya intervensi dari pemerintah kota maupun pihak terkait, baik melalui rekayasa lalu lintas, penempatan petugas di titik-titik krusial, hingga optimalisasi transportasi publik.
Hambatan transportasi ini dinilai bukan sekadar masalah waktu, tetapi juga berdampak pada efisiensi kerja dan biaya logistik masyarakat yang secara tidak langsung berpengaruh pada perputaran ekonomi lokal. (Ke/ha)


















