Blitar, serayunusantara.com – Setelah sempat dilanda kebakaran hebat beberapa tahun lalu, Klenteng Poo Ai Kong kini kembali berdiri megah dan memancarkan keindahan arsitektur khas Tionghoa di tengah Kota Blitar.
Lokasi Klenteng ini berada sebelah utara Pasar Legi Kota Blitar.
Klenteng yang menjadi salah satu tempat ibadah tertua bagi warga keturunan Tionghoa ini kini tampak lebih kokoh dan terawat, hasil dari proses renovasi panjang yang melibatkan masyarakat serta dermawan lokal.
Bangunan klenteng yang sempat rusak parah akibat kobaran api, kini hadir dengan nuansa baru namun tetap mempertahankan ciri khasnya. Warna merah dan emas mendominasi setiap sudut bangunan, sementara ornamen naga serta ukiran dewa-dewi tampak menghiasi atap dan pilar.
Aroma dupa kembali memenuhi ruang utama klenteng, menandai kembalinya kegiatan ibadah yang sempat terhenti pasca peristiwa kebakaran.
Baca Juga: Tradisi Nyekar Hidupkan Aktivitas Pedagang Bunga di Sekitar Pasar Legi, Kota Blitar
Menurut salah satu pengurus klenteng, proses pemulihan tidak berlangsung singkat. Selain membangun ulang struktur bangunan, mereka juga berupaya menjaga keaslian bentuk dan filosofi arsitektur lama.
“Kami berusaha agar klenteng ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga warisan budaya yang bisa dikenang oleh generasi berikutnya,” ujarnya.
Kini, setiap hari masyarakat mulai berdatangan, baik untuk berdoa maupun sekadar berkunjung. Klenteng Poo Ai Kong juga menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Blitar. Banyak wisatawan datang untuk melihat keindahan arsitekturnya dan mengenal lebih dekat tradisi masyarakat Tionghoa.
Warga sekitar mengaku bangga dengan bangunan baru ini. Bagi mereka, Klenteng Poo Ai Kong bukan hanya tempat spiritual, tetapi juga simbol toleransi dan keharmonisan antarumat beragama.
“Kami senang klenteng ini hidup kembali. Dulu sempat sedih melihatnya terbakar, tapi sekarang jadi lebih indah dan ramai,” ujar salah satu warga sekitar. (Ke/serayu)













