Blitar, serayunusantara.com — Futsal, sebagai olahraga yang intens dan melibatkan gerakan cepat, memiliki risiko cedera yang cukup tinggi.
Oleh karena itu, kesiapan peralatan medis dan tim kesehatan di pinggir lapangan bukan hanya pelengkap, melainkan prioritas utama yang harus dipenuhi setiap penyelenggara turnamen.
Termasuk dalam gelaran futsal antar prodi di UNU Blitar baru-baru ini.
Peralatan medis dasar, yang dikenal sebagai Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), harus selalu tersedia.
Kotak ini idealnya memuat perban, plester luka, spray antiseptik, ice pack atau kompres dingin instan untuk cedera otot akut, serta obat pereda nyeri topikal.
Ketersediaan alat ini sangat vital untuk penanganan cepat cedera ringan hingga sedang.
Baca Juga: Kabinet Nawasena BEM UNU Blitar Gelar Tournamen Futsal Antar Prodi, Jaga Soliditas Akademika
Seorang tim medis yang bertugas di lapangan, Suster Lia (27), menekankan bahwa penanganan awal yang tepat dapat mencegah cedera menjadi lebih serius.
“Pada futsal, cedera pergelangan kaki atau lutut sering terjadi. Kami harus siap dengan instant cold pack dan bidai darurat. Penanganan dini pada menit pertama sangat krusial untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit,” jelas Suster Lia.
Selain peralatan, adanya petugas medis yang kompeten juga menjadi kunci.
Kehadiran mereka memastikan bahwa setiap insiden cedera, baik terkilir ringan maupun benturan, dapat ditangani sesuai prosedur sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lebih lanjut.
Kesiapan medis ini menegaskan bahwa keamanan peserta adalah aspek terpenting dalam setiap ajang kompetisi olahraga. (Fis/Serayu)







