Blitar, serayunusantara.com — Masalah tumbuh kembang anak kini menjadi fokus utama dalam upaya pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pemberian makanan bergizi seimbang—yang mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral—bukan hanya soal mengenyangkan perut.
Tetapi merupakan fondasi utama dalam memastikan setiap tahapan perkembangan anak berjalan sesuai usianya, Selasa (06/01/2026).
Makanan bergizi berperan sebagai bahan bakar utama bagi metabolisme tubuh dan pembentukan sel-sel baru.
Anak yang mendapatkan nutrisi lengkap cenderung memiliki energi yang stabil untuk belajar dan bermain, serta memiliki struktur tulang dan otot yang lebih kuat.
Sebaliknya, kekurangan gizi pada masa pertumbuhan dapat berdampak permanen pada kemampuan intelektual dan kesehatan fisik anak di masa depan.
Wahyuni (34), seorang ahli gizi puskesmas yang aktif memberikan penyuluhan di posyandu, membagikan kiat bagi para orang tua untuk menyusun piring makan anak.
Menurutnya, keutamaan makan bergizi itu dampaknya jangka panjang. Kita harus menerapkan konsep ‘Isi Piringku’, di mana porsi sayur dan buah seimbang dengan karbohidrat dan protein.
Ia juga mengatakan, banyak orang tua yang hanya fokus pada kenyang, padahal anak butuh mikronutrisi seperti zat besi dan zink dari sayuran hijau.
“Jika gizinya terpenuhi, anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi emosinya juga lebih stabil karena hormon pertumbuhannya bekerja maksimal,” ungkap Wahyuni.
Edukasi mengenai gizi seimbang ini terus digencarkan melalui berbagai kanal informasi guna menekan angka gizi buruk.
Kesadaran orang tua dalam memilih bahan pangan segar dan mengurangi makanan olahan (instan) menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak-anak di Indonesia. (Fis/Serayu)







