Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi Galang Dana “Pray For Sumatra” di Titik Strategis Kota

Blitar, serayunusantara.com — Solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh sekelompok pemuda di Blitar. Puluhan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar turun ke jalan.

Mereka turun dalam aksi bertajuk “Pray For Sumatra” untuk menggalang dana bagi para korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Bencana alam yang terjadi baru-baru ini telah meninggalkan duka mendalam bagi warga di ujung barat Indonesia tersebut.

Kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian menjadi alasan utama bagi para mahasiswa UNU Blitar untuk bergerak cepat meringankan beban para penyintas melalui aksi pengumpulan donasi secara langsung.

Aksi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Jumat hingga Sabtu (19-20 Desember 2024).

Baca Juga: Aliansi Aktivis Demokrasi Blitar Gelar Solidaritas Bencana Banjir Sumatera Usai Diskusi Publik

Untuk memaksimalkan pengumpulan bantuan, para mahasiswa membagi tim mereka di dua titik pusat keramaian yang menjadi urat nadi lalu lintas di Kota Blitar, yakni di Perempatan Geprek Patria, Jalan A. Yani, dan Perempatan Herlingga, Jalan Sudanco Supriyadi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 14.30 hingga 18.00 WIB ini menyasar para pengguna jalan dan masyarakat sekitar yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya.

Dengan membawa kotak donasi dan poster berisi pesan kepedulian, para mahasiswa dengan antusias menyapa warga di tengah hiruk pikuk arus kendaraan sore hari.

“Berapapun donasi yang diberikan, itu akan menjadi secercah harapan yang sangat berarti bagi mereka yang kehilangan rumah dan harapan di Sumatra,” ungkap salah satu koordinator aksi di lapangan.

Kehadiran aksi galang dana ini diharapkan tidak hanya membantu secara materiil, tetapi juga memantik semangat kepedulian sosial di kalangan masyarakat Blitar.

Seluruh donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan langsung melalui jalur resmi untuk membantu kebutuhan mendesak para korban terdampak. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *