Blitar, serayunusantara.com – Di tengah padatnya rutinitas bekerja serta berkegiatan, makan siang menjadi elemen penting dalam menjaga stamina dan fokus seseorang.
Pakar gizi menyebut, jeda makan siang bukan sekadar formalitas, tetapi kebutuhan biologis tubuh untuk memulihkan energi serta memperbaiki fungsi kognitif agar tetap optimal hingga sore hari.
Makan siang yang seimbang—mengandung karbohidrat, protein, sayuran, serta vitamin—berfungsi menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Kondisi ini berdampak langsung pada kemampuan konsentrasi dan produktivitas. Melewatkan makan siang justru dapat memicu lemas, pusing, hingga kurang fokus dalam menyelesaikan pekerjaan.
Salah seorang pekerja swasta di Blitar, Rizal (27), mengatakan bahwa ia merasakan perbedaan signifikan ketika rutin makan siang.
Baca Juga: Manfaat Bawang Merah: Pendongkrak Imunitas dan Kesehatan Tubuh
“Kalau saya sempat makan siang yang cukup, badan rasanya jauh lebih kuat sampai jam pulang kerja. Tapi kalau hanya ngemil saja atau skip makan siang, biasanya habis jam tiga sore sudah mulai loyo,” ujarnya.
Ahli gizi juga menekankan bahwa makan siang membantu metabolisme tubuh tetap berjalan baik.
Selain itu, protein pada lauk seperti ayam, telur, tahu, atau ikan membantu regenerasi sel, sedangkan sayuran dan buah berfungsi menjaga sistem imun, terutama di musim hujan.
Banyak kantor, kampus, dan komunitas di Blitar kini mulai mendorong budaya makan siang teratur sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Hal ini diyakini tak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membentuk kebiasaan disiplin dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas dan kebutuhan nutrisi harian. (Fis/Serayu)







