Blitar, serayunusantara.com — Saat sebagian besar lampu kota mulai padam dan gerbang-gerbang rumah terkunci rapat, Jalan Sumatera tetap punya “nyawa”.
Di sana, kepulan asap beraroma bumbu ungkep dan gurihnya daging goreng menjadi penanda bahwa Bebek Surabaya Mbak Renny masih setia melayani para pengelana malam.
Warung yang dikenal tak pernah tutup alias buka 24 jam ini telah menjadi pelarian favorit bagi mereka yang disergap lapar di jam-jam yang tidak biasa, Sabtu (14/02/2026).
Menyambangi warung ini bukan sekadar urusan mengisi perut, tapi tentang merasakan atmosfer “Blitar yang terjaga”.
Cahaya lampu neon yang terang benderang di bawah tenda sederhana menjadi titik temu yang demokratis; mulai dari sopir truk yang melintas, mahasiswa yang begadang mengejar tugas, hingga komunitas motor yang sekadar ingin berbincang santai.
Semuanya duduk setara di atas kursi plastik, ditemani sepiring nasi hangat dan potongan bebek atau ayam goreng yang menggoda selera.
Baca Juga: Lepas Penat, Wisatawan Padati Bukit Teletubbies Sumberasri Blitar pada Akhir Pekan
Ronald (27), seorang warga yang sering mampir selepas kerja sif malam, mengaku tempat ini adalah penyelamat dompet sekaligus perutnya.
“Cari makan enak yang harganya masuk akal di jam tiga pagi itu susah, tapi di sini selalu ada. Harga mulai 10 ribu saja sudah bisa makan kenyang,” ungkapnya sembari menikmati santap malamnya yang terlambat.
Meski mengusung nama “Surabaya”, Mbak Renny berhasil menyesuaikan cita rasanya dengan lidah warga lokal Blitar yang menyukai perpaduan rasa gurih dan pedas yang mantap.
Keberadaannya yang buka sepanjang waktu memberikan rasa aman bagi warga yang membutuhkan asupan makanan kapan saja tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Malam semakin larut di Jalan Sumatera, namun aktivitas di penggorengan seolah tak mengenal kata jeda. Bebek Surabaya Mbak Renny membuktikan bahwa kuliner malam tidak harus mahal untuk menjadi berkesan.
Di tempat ini, sepuluh ribu rupiah bukan hanya ditukar dengan seporsi nasi, melainkan juga kehangatan di tengah sunyinya malam Kota Blitar. (Fis/Serayu)



















