Melihat Prospek Menjanjikan, PKBM Bhakti Nusantara Blitar Dorong Warga Belajar Kembangkan Kakao

Blitar, serayunusantara.com – Tanaman kakao dinilai memiliki prospek menjanjikan untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru. Melihat potensi tersebut, PKBM Bhakti Nusantara mendorong warga belajar untuk mengembangkan budidaya kakao melalui pelatihan kewirausahaan yang digelar pada 18 November lalu.

Ketua Asosiasi Penanam Kakao Indonesia, Arif Zamroni, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kakao merupakan komoditas yang memiliki banyak keunggulan.

Selain tidak mengenal musim, kakao juga dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah, mulai dari kosmetik hingga camilan.

“Kakao ini tidak mengenal musim dan bisa dikembangkan menjadi banyak produk olahan. Dari sisi harga juga relatif stabil. Tentu sangat prospek untuk dikembangkan bagi para petani milenial,” terang Arif.

Baca Juga: Tetap Waspada: Dinkes Tegaskan Meski Belum Temukan Kasus Super Flu di Blitar, Risiko Penularan Masih Ada

Melalui pelatihan ini, warga belajar PKBM Bhakti Nusantara yang memiliki latar belakang beragam diharapkan mampu memahami potensi kakao dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai peluang usaha.

Sementara itu, Kepala PKBM Bhakti Nusantara, Anwar Nuris, menjelaskan bahwa pelatihan budidaya kakao sengaja dipilih karena melihat kondisi komoditas tersebut yang saat ini dinilai sangat menjanjikan, baik dari sisi hasil maupun harga jual.

“Pelatihan ini kami arahkan agar setelah selesai mengikuti kegiatan, warga belajar memiliki sumber pendapatan. Pengembangan tanaman kakao nantinya bisa dilakukan oleh warga belajar, dan pihak PKBM akan memfasilitasi mulai dari perawatan hingga penjualan,” ujarnya.

Menurut Nuris, konsep pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi prioritas utama PKBM Bhakti Nusantara ke depan, dengan harapan warga belajar tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kemandirian ekonomi. (ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *