Blitar, serayunusantara.com — Ruang Layanan Referensi Perpustakaan Proklamator Bung Karno menjadi saksi diskusi mendalam mengenai tokoh revolusioner dalam tajuk “Tan Malaka dalam Fiksi”.
Acara yang digelar pada sore hari ini merupakan bagian dari perayaan spesial 9 Tahun Bincangtualang yang berkolaborasi apik dengan Perpustakaan Bung Karno, Jumat (30/01/2026).
Diskusi ini bertujuan untuk membedah bagaimana sosok Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka atau Tan Malaka direkonstruksi dalam berbagai karya sastra fiksi.
Melalui perspektif sastra, para peserta diajak menelusuri sisi humanis dan pemikiran sang “Bapak Republik” yang mungkin jarang tersentuh dalam buku sejarah formal.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan fungsi perpustakaan sebagai ruang inklusif untuk bertukar gagasan dan menghidupkan kembali pemikiran tokoh-tokoh bangsa.
Baca Juga: Perpaduan Kopi dan Literasi: Kedai Satu Rasa Blitar Gandeng Lapak Baca Ceria Hadirkan Sudut Baca
Andi Sahaja, seorang musisi yang turut hadir meramaikan suasana, memberikan sentuhan artistik lewat petikan gitar akustiknya.
Ia membawakan beberapa nomor lagu ciptaannya yang sarat makna, berhasil mencairkan suasana diskusi yang serius menjadi lebih hangat dan kontemplatif.
Arifin (24), salah seorang peserta yang hadir, menyatakan kekagumannya atas konsep acara yang memadukan literasi dan musik.
“Diskusi sejarah seringkali terasa berat, tapi dengan pendekatan fiksi dan iringan musik dari Andi Sahaja, kita jadi lebih mudah meresapi semangat perjuangan Tan Malaka,” ungkapnya usai acara.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi ramah tamah merayakan sembilan tahun perjalanan Bincangtualang dalam mengawal isu-isu pemikiran dan petualangan intelektual.
Pihak Perpustakaan Bung Karno menyambut baik inisiatif ini dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut guna meningkatkan minat baca serta apresiasi sejarah di kalangan generasi muda Blitar.
Dengan suksesnya agenda “Tan Malaka dalam Fiksi” ini, Bincangtualang kembali membuktikan eksistensinya sebagai entitas yang konsisten merawat nalar kritis melalui diskusi yang segar dan relevan dengan perkembangan zaman. (Fis/Serayu)







