Menanam Kangkung di Pot dan di Tanah Langsung, Ini Perbedaannya

Blitar, serayunusantara.com — Menanam kangkung menjadi pilihan banyak masyarakat karena tergolong mudah dan cepat panen. Namun, metode penanaman kangkung kerap berbeda, yakni ditanam di pot atau langsung di tanah.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diketahui, terutama bagi pemula yang ingin mencoba berkebun di rumah.

Menanam kangkung di pot dinilai lebih praktis dan fleksibel. Metode ini cocok bagi warga yang memiliki lahan terbatas, seperti di pekarangan sempit atau area perkotaan.

Pot mudah dipindahkan, sehingga tanaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan cahaya matahari. Namun, pertumbuhan kangkung di pot cenderung lebih terbatas karena ruang akar yang sempit dan volume tanah yang terbatas.

Sementara itu, menanam kangkung langsung di tanah memungkinkan tanaman tumbuh lebih leluasa. Akar dapat berkembang dengan baik sehingga batang dan daun kangkung umumnya lebih besar dan subur.

Baca Juga: Kangkung: Sayur Sederhana dengan Manfaat Besar untuk Kesehatan

Metode ini cocok diterapkan di kebun atau lahan terbuka. Meski demikian, perawatan kangkung di tanah memerlukan perhatian lebih, terutama dalam pengendalian gulma dan drainase air.

Menurut salah satu pegiat urban farming di Blitar, Arif (35), pemilihan metode tanam harus disesuaikan dengan kondisi lahan.

“Kalau lahannya sempit, pot sudah cukup. Tapi kalau punya tanah kosong, hasilnya biasanya lebih maksimal ditanam langsung,” ujarnya.

Baik menanam kangkung di pot maupun di tanah langsung, keduanya tetap bisa menghasilkan panen yang baik jika dirawat dengan benar.

Dengan memahami perbedaan metode tanam tersebut, masyarakat dapat memilih cara yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan berkebun di rumah. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *