Trenggalek, serayunusantara.com — Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan, tetapi juga pusat transaksi ekonomi yang vital bagi masyarakat Trenggalek.
Setiap harinya, pelabuhan ini menjadi saksi bisu kesibukan ratusan nelayan yang menurunkan hasil tangkapan laut mulai dari tongkol, tuna, hingga cakalang untuk dijual langsung kepada masyarakat maupun pengepul besar, Senin (05/01/2026).
Kegiatan di Pelabuhan Prigi dimulai sejak dini hari saat kapal-kapal mulai merapat. Keunggulan utama berbelanja ikan di sini adalah kesegaran produk dan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di pasar umum.
Hal ini membuat banyak ibu rumah tangga hingga pedagang dari luar kota rela datang jauh-jauh ke pelabuhan untuk mendapatkan ikan berkualitas langsung dari tangan pertama.
Baca Juga: Pesona Pasir Putih Trenggalek: Destinasi Favorit Keluarga di Awal Tahun 2026
Jupri (50), seorang nelayan senior yang telah melaut selama puluhan tahun di Prigi, menceritakan dinamika hasil tangkapan di awal tahun ini.
“Berjualan langsung di dermaga atau melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) membantu kami para nelayan mendapatkan perputaran uang yang cepat. Pembeli senang karena ikannya masih merah matanya (segar), kami pun senang dagangan cepat habis,” tuturnya sembari merapikan jaringnya.
Selain menjadi pusat perdagangan, Pelabuhan Prigi kini juga mulai ditata sebagai kawasan eduwisata bahari. Pengunjung bisa melihat langsung aktivitas bongkar muat kapal besar sembari belajar mengenai ekosistem laut Indonesia.
Peran Pelabuhan Prigi sebagai tulang punggung ekonomi maritim Trenggalek pun semakin kokoh seiring dengan modernisasi fasilitas pelabuhan. (Fis/Serayu)







