Surabaya, serayunusantara.com — Kawasan Kota Tua Surabaya kini menjadi primadona baru bagi pelancong yang merindukan suasana nostalgia sejarah.
Revitalisasi besar-besaran yang dilakukan pemerintah kota berhasil mengubah wajah gedung-gedung kolonial di sekitar Jalan Gula, Jalan Karet, hingga kawasan Jembatan Merah menjadi destinasi yang estetik dan edukatif.
Dengan berjalan kaki, pengunjung dapat menikmati arsitektur klasik bergaya Eropa yang masih berdiri kokoh dan terawat, Senin (12/01/2026).
Fenomena wisata sejarah ini tidak hanya menarik minat para pencinta fotografi, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat peran Surabaya sebagai pusat perdagangan dunia di masa lampau.
Selain pemandangan gedung tua, kehadiran kafe-kafe bertema retro dan museum-museum kecil di kawasan ini semakin memperkuat nuansa “tempo doeloe” yang kental, menciptakan pengalaman wisata yang berbeda dari mal atau pusat belanja modern.
Amara (24), seorang wisatawan asal luar kota, mengaku sangat terkesan dengan transformasi kawasan ini.
Baca Juga: Puluhan Armada Damkar dan DLH Surabaya Diterjunkan Tangani Genangan di Sejumlah Wilayah
Ia menjelaskan, dulu kawasan ini kesannya kumuh dan sepi, tapi sekarang cantik sekali, sangat ‘Instagrammable’.
Tips darinya, kalau mau ke sana lebih baik sore hari biar cuacanya tidak terlalu panas dan lampu-lampu gedungnya mulai menyala, suasananya jadi makin romantis.
“Selain bisa foto-foto bagus, saya juga jadi tahu sejarah gedung-gedung ini melalui papan informasi yang tersedia. Surabaya benar-benar berhasil menghidupkan kembali ruh sejarahnya,” ungkap Amara saat ditemui di depan Gedung Internatio.
Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya menambah fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas dan jalur pedestrian yang ramah disabilitas.
Dengan semakin ramainya kunjungan wisatawan, diharapkan ekonomi lokal di sekitar Kota Tua terus bergerak positif sekaligus menjaga kelestarian bangunan cagar budaya tersebut. (Fis/Serayu)






