Blitar, serayunusantara.com — Stadion Supriyadi Kota Blitar berubah menjadi lautan putih saat ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Blitar Raya berkumpul untuk mengikuti Istighosah Kubro.
Acara ini digelar secara khidmat dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU), sebuah tonggak sejarah satu abad berdirinya organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, Sabtu (24/01/2026).
Lantunan doa dan selawat menggema di seluruh area stadion sejak pagi hari.
Selain sebagai bentuk syukur atas eksistensi NU selama seratus tahun, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memohon keselamatan bangsa dan mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Sejumlah tokoh agama, jajaran pengurus cabang NU, hingga pejabat pemerintah daerah tampak hadir di tengah-tengah jemaah yang mengikuti prosesi doa dengan penuh kekhusyukan.
Ahmad (51), salah seorang warga Nahdliyin yang datang bersama rombongan keluarganya, mengaku terharu dengan antusiasme jemaah yang hadir.
Baca Juga: Efisiensi Jadi Alasan Utama, Anggaran Perbaikan Jalan Blitar 2026 Dipangkas Rp23 Miliar
Menurutnya, ini momen langka, bisa ikut merayakan satu abad NU secara langsung. Ia merasa merinding melihat kebersamaan ribuan orang dalam doa yang sama.
Tips darinya untuk jemaah yang hadir di acara keramaian seperti ini, tetap jaga kebersihan stadion. Dirinya menegaskan untuk tidak tinggalkan sampah plastik di area tribun agar kemuliaan acara ini tetap terjaga sampai selesai.
“Mari kita buktikan bahwa warga NU adalah cermin ketertiban,” tuturnya sembari merapikan tempat duduknya.
Aparat keamanan dari TNI, Polri, serta Banser dikerahkan secara maksimal untuk mengatur alur masuk jemaah dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar Stadion Supriyadi.
Meskipun dipadati ribuan orang, acara berlangsung dengan tertib dan lancar. Manajemen pengaturan massa yang baik membuat jemaah merasa nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Peringatan satu abad ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh warga Nahdliyin untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan umat dan menjaga kerukunan di wilayah Blitar Raya serta Indonesia pada umumnya. (Fis/Serayu)







