Blitar, serayunusantara.com – Bagi masyarakat Jawa Timur, Sungai Brantas bukan sekadar aliran air yang membelah provinsi, melainkan urat nadi ekonomi yang tak ternilai harganya.
Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh para petani di wilayah Sutojayan, Kabupaten Blitar, yang menjadikan aliran sungai ini sebagai tumpuan utama keberlangsungan lahan pertanian mereka.
Solekan, salah seorang warga Desa Kalipang, Kecamatan Sutojayan, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Sungai Brantas yang melintasi wilayahnya. Saat ditemui di sela-sela aktivitasnya pada Kamis (12/2/2026), ia menuturkan bahwa tanpa aliran Brantas, produktivitas sawahnya mungkin tidak akan seoptimal sekarang.
“Sungai Brantas ini ibarat nyawa bagi sawah-sawah di sini. Apalagi saat musim tanam tiba, ketersediaan air yang melimpah dari sungai sangat memudahkan kami untuk melakukan pengairan tanpa harus khawatir kekeringan,” ujar Solekan dengan penuh syukur.
Baca Juga: Ada Dugaan Galian Ilegal di Bantaran Sungai Brantas, Bagaimana Sikap Pemda?
Menurut Solekan, sistem irigasi yang bersumber dari Brantas telah memberikan jaminan bagi para petani di Desa Kalipang untuk tetap bisa bercocok tanam sepanjang tahun. Kelancaran pasokan air ini berdampak langsung pada kualitas panen dan kesejahteraan ekonomi keluarganya.
Ia tidak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya pompa air yang mahal saat kemarau melanda.
Meski sangat terbantu, Solekan juga menyadari pentingnya menjaga kelestarian sungai tersebut. Ia berharap seluruh masyarakat dan pihak terkait terus menjaga kebersihan aliran Brantas agar kualitas airnya tetap terjaga untuk generasi mendatang.
“Kami yang di hilir ini sangat bergantung pada airnya. Jadi, kalau sungainya bersih, kami bertani pun tenang. Brantas ini benar-benar berkah bagi orang kecil seperti saya,” tutupnya sembari menunjuk ke arah aliran sungai yang tenang. (ke/ha)



















