Blitar, serayunusantara.com — Bagi mahasiswa tingkat akhir, kopi sering kali dianggap sebagai “bahan bakar” wajib yang harus ada di meja kerja. Mengawali tahun 2026, tren mengerjakan skripsi di kedai kopi kian meningkat.
Bukan tanpa alasan, kandungan kafein dalam kopi dipercaya mampu memberikan dorongan energi instan dan meningkatkan ketajaman fokus saat harus berhadapan dengan tumpukan data dan literatur yang rumit, Rabu (14/01/2026).
Kafein bekerja dengan cara memblokir reseptor adenosin di otak, yang merupakan senyawa pemicu rasa kantuk.
Dengan konsumsi yang tepat, kopi dapat meningkatkan fungsi kognitif, mempercepat waktu reaksi, dan membantu mahasiswa tetap terjaga selama sesi pengerjaan yang panjang.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa kunci utama efektivitas kopi terletak pada dosis dan waktu konsumsi agar tidak menimbulkan efek samping seperti kecemasan atau gangguan pola tidur.
Andre (40), seorang pemilik kedai kopi sekaligus pengamat kesehatan gaya hidup di Blitar, membagikan tips mengonsumsi kopi yang sehat bagi pejuang skripsi.
Baca Juga: Kunci Lulus Tepat Waktu: Mengapa Rajin Bimbingan Menjadi Strategi Tercepat Selesaikan Skripsi?
Menurutnya, kopi memang bisa meningkatkan performa, tapi jangan diminum secara berlebihan atau dalam keadaan perut kosong.
Tips darinya, pilihlah kopi hitam tanpa gula berlebih agar tidak terjadi ‘sugar crash’ yang justru bikin lemas setelahnya. Waktu terbaik adalah antara jam 10 pagi atau jam 2 siang saat hormon kortisol tubuh mulai turun.
“Kalau diminum dengan benar, kopi bisa jadi teman terbaik untuk menyelesaikan Bab 4 yang menguras otak,” tuturnya saat ditemui di kedainya.
Meskipun bermanfaat, mahasiswa diingatkan untuk tetap mengimbangi konsumsi kopi dengan asupan air putih yang cukup agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
Dengan pengaturan yang pas, secangkir kopi bisa menjadi stimulan efektif untuk mencapai target kelulusan tepat waktu. (Fis/Serayu)







