Perempatan Desa Kuningan: Surga Jajanan dan Makanan Pasar yang Tak Pernah Sepi

Blitar, serayunusantara.com — Perempatan Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, kini dikenal sebagai salah satu titik kuliner rakyat yang ramai dan menggugah selera.

Setiap sore hingga malam hari, kawasan perempatan ini berubah menjadi pusat jajanan dan makanan pasar yang menawarkan beragam pilihan dengan cita rasa khas dan harga terjangkau.

Berjejer rapi di sepanjang sisi jalan, para pedagang menjajakan aneka jajanan tradisional dan makanan favorit masyarakat.

Mulai dari gorengan seperti tahu isi, bakwan, dan tempe mendoan, hingga jajanan pasar seperti klepon, cenil, lupis, dan kue lapis yang selalu diburu pembeli.

Tak ketinggalan, jajanan kekinian seperti sosis bakar, cireng, telur gulung, dan pentol juga turut meramaikan suasana.

Dulu, perempatan ini hanya menjadi jalur lalu lintas warga yang melintas.

Baca Juga: Surga Harga Miring, Pasar Legi Blitar Jadi Destinasi Utama Berburu Kebutuhan Murah Meriah

Namun, seiring waktu, banyaknya pedagang yang menetap dan tingginya minat masyarakat membuat kawasan ini berkembang menjadi sentra jajanan sore hari.

Suasana yang santai, ramai, dan penuh keakraban menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar maupun pengendara yang sengaja berhenti untuk jajan.

Menurut salah satu pengunjung, Ana (22), keberadaan jajanan di Perempatan Desa Kuningan sangat membantu warga.

“Kalau sore enak ke sini, pilihannya banyak dan harganya murah. Anak-anak juga suka jajanan pasar yang jarang ditemui di tempat lain,” ujarnya.

Keberagaman jajanan, keramahan para pedagang, serta lokasi yang strategis menjadikan Perempatan Desa Kuningan sebagai ruang ekonomi rakyat yang hidup.

Dengan menjaga kebersihan dan ketertiban, kawasan ini berpotensi terus menjadi destinasi kuliner sederhana yang menghidupkan denyut ekonomi lokal di Kabupaten Blitar. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *