Polres Blitar Beberkan Hasil Operasi Pekat II Semeru 2025: 16 Tersangka Terlibat dalam 5 Kasus

Blitar, serayunusantara.com – Selama dua pekan pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) II Semeru 2025 (1–14 Mei 2025), Polres Blitar berhasil mengungkap 5 kasus kriminal dengan mengamankan 16 tersangka. Hasil operasi tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (16/5/2025), dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Momon Suwito Pratomo.

Rincian Kasus yang Diungkap

  1. Pengeroyokan (2 Kasus)
    • Kasus Pertama: Terjadi pada 13 Februari 2025 di Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben. Tiga tersangka (R.A.P, H.P.P, D.K) mengeroyok korban karena memakai kaos bertuliskan “Anti Teratai”. Mereka menarik korban dari motor hingga terluka.
      Pasal: 170 ayat (1) KUHP (ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan).
    • Kasus Kedua: Terjadi pada 25 November 2023 di Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari. Dua tersangka (S.B.P, H.S) memukul korban yang menabrak peserta kirab budaya.
      Pasal: 170 ayat (1) KUHP.
  2. Penganiayaan (1 Kasus)
    • Lokasi: Dusun Kendalrejo, Kecamatan Talun (12 April 2025). Tersangka W.L (58) emosi akibat sengketa tanah, mendorong kepala korban hingga terbentur tembok.
      Pasal: 351 ayat (1) KUHP (hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan).
  3. Kekerasan oleh Ormas Perguruan (1 Kasus)
    • Lokasi: Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro (11 Februari 2025). Sebanyak 9 tersangka terlibat dalam penganiayaan dan perusakan fasilitas umum saat konvoi.
      Pasal: 59 ayat (3) UU Ormas (ancaman 6 bulan–1 tahun penjara).
  4. Pungutan Liar (Pungli) (1 Kasus)
    • Lokasi: Pasar Kutukan, Desa Slorok (5 Mei 2025). Tersangka S (43) memungut uang parkir secara ilegal.
      Pasal: 504 KUHP (hukuman maksimal 6 minggu).

Baca Juga: Wakapolda Jatim Pantau Persiapan SPPG dan Gudang di Mojokerto

Komitmen Polres Blitar

AKP Momon menegaskan bahwa operasi ini merupakan upaya preventif dan represif guna menjaga keamanan jelang agenda nasional. “Kami tidak toleransi terhadap premanisme, kekerasan, atau pungli,” tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan gangguan keamanan di lingkungannya guna mendukung terciptanya kondusivitas kamtibmas. (serayu) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *