Blitar, serayunusantara.com – Terpilihnya Sugiono sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030 disambut positif oleh berbagai elemen daerah. Salah satunya datang dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Blitar yang menyatakan optimisme terhadap masa depan pencak silat nasional.
Ketua Cabang PSHT Kabupaten Blitar, Bagas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sugiono. Menurutnya, sosok pemimpin baru PB IPSI tersebut dinilai memiliki kapasitas dan visi kuat untuk membawa organisasi ke arah yang lebih maju.
Baca Juga: PB IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Dualisme
“Kami keluarga besar PSHT Kabupaten Blitar mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak Sugiono sebagai Ketua Umum PB IPSI. Ini adalah momentum besar bagi dunia persilatan tanah air,” ujar Mas Bagas dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).
Ia menilai, pengalaman serta latar belakang Sugiono menjadi modal penting dalam mendorong peningkatan prestasi pencak silat, baik di tingkat nasional maupun internasional. PSHT Blitar pun menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan mendukung program-program strategis yang akan dijalankan kepengurusan baru PB IPSI.
“Di tangan beliau, saya optimistis akan lahir atlet-atlet terbaik yang mampu bersaing hingga ke tingkat internasional. Kami di daerah siap bersinergi untuk mewujudkan prestasi-prestasi baru tersebut,” tegasnya.
Baca Juga: PSHT Blitar Kecam Izin Pemkab untuk Acara “PSHT” Ilegal, Ancam Tempuh Jalur Hukum
Selain itu, Bagas juga berharap kepemimpinan baru ini mampu memperkuat hubungan antarperguruan silat di Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas serta meningkatkan profesionalisme dalam tata kelola organisasi, sehingga IPSI semakin dipercaya sebagai induk olahraga pencak silat nasional.
Dukungan dari PSHT Kabupaten Blitar menjadi salah satu indikator kuatnya komitmen daerah dalam mengawal arah baru PB IPSI. Hal ini sekaligus memperlihatkan semangat kolektif untuk membawa pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia agar semakin dikenal dan dihormati di kancah global.
Baca Juga: Menuntut Keadilan: Mengurai Akar Konflik di Tubuh PSHT
Sebagai informasi, pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olahraga, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa yang telah diakui dunia. Dengan kepemimpinan baru di tubuh PB IPSI, diharapkan upaya pembinaan atlet, peningkatan kualitas kompetisi, serta diplomasi budaya dapat berjalan lebih optimal.
Ke depan, sinergi antara pengurus pusat dan daerah menjadi kunci penting dalam mewujudkan target besar menjadikan pencak silat sebagai olahraga berprestasi sekaligus duta budaya Indonesia di tingkat internasional. (Jun)



















