Blitar, serayunusantara.com — Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Blitar dan mengakibatkan kerusakan pada pemukiman warga.
Fenomena angin puting beliung dilaporkan menerjang dua desa, yang mengakibatkan sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan cukup serius, terutama pada bagian atap dan teras.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Bencana ini terjadi pada Jumat malam (30/01/2026), saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, yang kemudian disertai angin kencang yang berputar dan menyapu bangunan di jalurnya.
Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu warga membersihkan puing-puing bangunan dan pohon yang tumbang.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem: Inilah Panduan Darurat Saat Terjebak Hujan Angin di Perjalanan
Supriyadi (52), salah satu warga yang rumahnya terdampak, menceritakan detik-detik mencekam saat angin melanda.
“Suaranya gemuruh sekali, tiba-tiba genting rumah saya terbang terbawa angin. Untuk warga lain, jika melihat awan hitam pekat dan angin mulai kencang, segera menjauh dari jendela kaca atau bangunan yang atapnya rapuh,” ungkapnya.
Pihak BPBD Kabupaten Blitar terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.
Warga diminta untuk melakukan pemangkasan dahan pohon yang rimbun di dekat rumah guna meminimalisir risiko tertimpa saat terjadi angin kencang.
Saat ini, koordinasi antarperangkat desa dan instansi terkait terus diperkuat guna memastikan bantuan darurat berupa terpal dan logistik dapat segera tersalurkan kepada para korban terdampak bencana di kedua desa tersebut. (Fis/Serayu)







