Blitar, serayunusantara.com — Suasana hangat menyelimuti Kampung Coklat, Kademangan, saat Bupati Blitar, Rijanto, secara resmi membuka gelaran Economic Festival 2026, Kamis (05/02/2026).
Acara yang berlangsung hingga 7 Februari mendatang ini menjadi kado spesial untuk memperingati Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus menjadi panggung bagi para pelaku UMKM lokal untuk unjuk gigi dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Bukan sekadar pameran dagang, festival ini mengemas kolaborasi apik antara bazar produk warga, diskusi kewirausahaan, hingga sesi “Ngaji Bareng” yang mempererat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Rijanto tak lupa menitipkan harapan besar bagi NU di usia satu abadnya agar terus menjadi pilar yang bijaksana bagi bangsa.
Ia menilai, pemilihan Kampung Coklat sebagai lokasi acara sangatlah tepat untuk mengenalkan potensi kreatif Blitar kepada khalayak yang lebih luas.
Suranto (51), salah satu peserta bazar, merasa momen ini adalah peluang emas bagi usaha kecil sepertinya.
Baca Juga: Peringati 1 Abad NU, Ada Bendera 1.000 Meter dan Tanam 1.000 Pohon di Kota Batu
“Pesan dari saya untuk teman-teman sesama pelaku UMKM, gunakan kesempatan ini untuk mendengarkan masukan dari pembeli secara langsung. Kritik mereka adalah cara gratis bagi kita untuk memperbaiki kualitas produk kita,” ungkapnya dengan antusias.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas sektor, mulai dari pengurus PWNU Jawa Timur, pihak kepolisian, hingga tokoh-tokoh agama yang hadir memberikan dukungan.
Pemerintah Kabupaten Blitar melihat bahwa sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan kemandirian ekonomi adalah kunci untuk membangun daerah yang lebih tangguh dan harmonis.
Dengan dibukanya festival ini, diharapkan produk-produk lokal karya warga Nahdliyin dan masyarakat Blitar pada umumnya semakin dikenal luas, sekaligus membuktikan bahwa ekonomi daerah bisa tumbuh pesat melalui kolaborasi yang inklusif dan gotong royong. (Fis/Serayu)



















