Refleksi Kasih Ibu: Himaprodi PBI UNU Blitar Gelar Nobar dan Bedah Film “Bila Esok Ibu Tiada” di Kopi Patria

Blitar, serayunusantara.com — Suasana syahdu menyelimuti Kopi Patria pada Minggu malam (04/01/2026), saat Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) UNU Blitar menyelenggarakan acara Nonton Bareng (Nobar) dan Bedah Film bertajuk “Bila Esok Ibu Tiada”.

Acara yang dimulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB ini menjadi ajang diskusi hangat di kalangan mahasiswa dan penikmat film untuk membedah makna filosofis serta nilai edukasi di balik karya layar lebar tersebut.

Diskusi ini menghadirkan Redhitya Wempi, yang merupakan Dosen PBI UNU Blitar, sebagai pembedah utama.

Di bawah panduan moderator mahasiswa PBI, Wibi Diaurrahman, diskusi mengalir dinamis membahas kedalaman skenario, perspektif karya sastra, hingga kekuatan narasi film yang mampu menguras emosi penonton.

Melalui acara ini, Himaprodi PBI ingin menunjukkan bahwa mengapresiasi film bisa menjadi sarana belajar bahasa dan sastra yang efektif di luar ruang perkuliahan.

Baca Juga: DPM UNU Blitar Gelar Sidang Paripurna, Dorong Pemassifan Kegiatan UKM Blitar

Shokibul (21), salah satu peserta nobar yang hadir sejak awal acara, mengaku sangat terkesan dengan kolaborasi antara hiburan dan edukasi ini.

“Nobar seperti ini lebih seru karena kita tidak hanya menonton, tapi juga berbagi perspektif dengan teman-teman lain. Rasanya pulang dari sini ada pelajaran hidup yang dibawa terkait sosok Ibu,” ungkap Shokibul saat ditemui seusai acara.

Dalam sesi bedah film, Redhitya Wempi menekankan pentingnya memaknai karya sastra sekaligus kehadiran orang tua sebelum segalanya terlambat, sesuai dengan tajuk film tersebut.

Diskusi juga menyentuh aspek teknis bagaimana sebuah karya audio-visual dapat menjadi media pembelajaran karakter bagi generasi muda.

Panitia dari Himaprodi PBI menyampaikan bahwa pemilihan Kopi Patria sebagai lokasi acara bertujuan untuk menciptakan suasana diskusi yang lebih santai dan inklusif.

“Kami ingin membumikan sastra dan seni melalui cara yang disukai mahasiswa. Melihat antusiasme malam ini, kami berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut sebagai agenda rutin literasi di luar kampus,” pungkasnya. Acara pun diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar peserta. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *