Kediri, serayunusantara.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Kota Kediri guna memperkuat integrasi sektor pendidikan dengan isu strategis nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jatim mendorong percepatan dan pemerataan program sekolah inovatif berbasis ketahanan pangan sebagai langkah konkret menyiapkan generasi muda yang mandiri dan peduli terhadap ketersediaan pangan berkelanjutan, Selasa (27/01/2026).
Program ini mengajak sekolah-sekolah di Kediri untuk mengoptimalkan lahan sekolah sebagai sarana edukasi pertanian modern dan hidroponik.
Melalui inovasi ini, para siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan cara bercocok tanam yang efisien.
Pemprov Jatim menilai Kediri memiliki potensi besar sebagai percontohan karena didukung oleh kesiapan infrastruktur pendidikan dan kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap pentingnya kemandirian pangan.
Endang (43), seorang guru di salah satu sekolah yang telah mulai menerapkan konsep ini, menyambut baik arahan dari Pemprov.
“Yang paling penting adalah membangun rasa memiliki bagi anak-anak agar mereka mau merawat tanaman itu setiap hari. Pendidikan karakter seperti tanggung jawab bisa tumbuh dari sini,” tuturnya saat meninjau kebun sekolah.
Pemprov Jatim berkomitmen untuk memberikan pendampingan teknis melalui dinas terkait serta memberikan bantuan bibit unggul bagi sekolah-sekolah yang berkomitmen menjalankan program ini.
Diharapkan, sekolah inovatif ketahanan pangan tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium hijau, tetapi juga mampu menghasilkan produk pangan sehat yang bisa dinikmati oleh warga sekolah sendiri.
Melalui pemerataan program ini, Pemprov Jatim optimis Jawa Timur dapat menjadi lumbung pangan yang diawali dari edukasi dini di bangku sekolah, sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi dari sektor agrikultur di masa depan. (Fis/Serayu)







