Madiun, serayunusantara.com – Bupati Madiun Hari Wuryanto terus mengupayakan berbagai terobosan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam agenda silaturahmi bersama Kepala Daerah Operasi (KADAOP) 7 Madiun yang baru, Ali Afandi, Rabu (14/1/2025), Bupati Madiun menindaklanjuti kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Madiun dan PT KAI. Pertemuan tersebut menghasilkan sinyal positif bagi realisasi sejumlah rencana strategis.
Bupati Madiun menyampaikan bahwa meski terjadi pergantian pimpinan di DAOP 7 Madiun, dukungan terhadap program yang telah dirancang tetap kuat sehingga pelaksanaannya diharapkan segera terwujud.
Salah satu rencana utama yang ditegaskan adalah pengembangan Stasiun Babadan menjadi stasiun kargo. Selain itu, Pemkab Madiun juga merencanakan pembangunan rest area di Desa Nampu, Kecamatan Saradan, yang berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk.
Baca Juga: Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6% pada Masa Nataru 2025/2026
Menurut Bupati Madiun, rencana menjadikan Stasiun Babadan sebagai stasiun kargo telah disampaikan pihak KADAOP 7 Madiun. Hal tersebut didasari kondisi Stasiun Madiun yang sudah padat serta kendala akses distribusi menuju jalan tol, sementara Stasiun Babadan dinilai memiliki akses yang lebih mudah.
Ia menambahkan, rencana tersebut juga telah selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun yang memang memfokuskan pengembangan di kawasan tersebut.
Ke depan, PT KAI akan melakukan kajian lanjutan dan menggelar forum diskusi kelompok (FGD) bersama Pemkab Madiun. Kajian tersebut meliputi kecukupan lahan, aspek ekonomi, serta faktor keamanan di Stasiun Babadan.
Terkait dampak positif, Bupati Madiun menilai keberadaan stasiun kargo di Babadan akan mendorong perputaran ekonomi ke wilayah Kabupaten Madiun. Selain menarik masuknya perusahaan, potensi penerimaan pajak daerah dan bagi hasil dari aktivitas kepabeanan juga diproyeksikan meningkat. (Ke/ha)







