Stasiun Jadi Ruang Melepas dan Menyambut Kembali Orang Terkasih

Blitar, serayunusantara.com Menurut salah satu warga, Sinta (32), stasiun adalah tempat yang memiliki denyut emosi tersendiri. Ia berkata, “Di sini, orang datang bukan hanya membawa koper, tapi juga membawa perasaan.” Baginya, suasana stasiun selalu hidup oleh cerita yang silih berganti setiap hari.

Stasiun kerap menjadi ruang perpisahan yang sulit dilupakan. Banyak orang berdiri di tepi peron dengan mata yang mengikuti gerak kereta perlahan menjauh. Di balik suara peluit dan langkah kaki, ada hati yang sedang belajar menerima jarak.

Tak jarang, momen perpisahan itu disertai pelukan singkat yang terasa berat. Sinta sering melihat pasangan atau keluarga saling menguatkan sebelum waktu keberangkatan tiba. Ia mengaku, “Kadang saya ikut terharu meski tak mengenal mereka, karena perasaan itu sangat nyata.”

Baca Juga: Akhir Pekan yang Menyegarkan, Berenang Jadi Pilihan Warga Blitar

Namun, stasiun juga menjadi tempat yang penuh harapan ketika seseorang kembali datang. Saat pintu kereta terbuka, banyak wajah menengok ke arah yang sama, menunggu sosok yang dirindukan. Senyum yang merekah dan panggilan nama yang terdengar lirih menjadi pemandangan yang hangat.

Pertemuan di stasiun sering memunculkan energi yang berbeda. Ada keluarga yang langsung memeluk, ada pasangan yang tertawa kecil sambil menahan rindu, ada teman lama yang saling melambaikan tangan dengan antusias. Setiap perjumpaan menghadirkan kebahagiaan yang sederhana namun tulus.

Sinta mengatakan, “Setiap kali melihat orang disambut dengan penuh cinta, saya merasa stasiun bukan hanya bangunan, tapi rumah bagi rasa.”

Menurutnya, tempat ini mengajarkan bahwa jarak mungkin memisahkan, tapi pertemuan akan selalu menemukan jalannya.

Bagi masyarakat, stasiun adalah simbol perjalanan hidup yang nyata. Di sana, orang belajar melepas tanpa kehilangan harapan. Tempat ini bukan sekadar titik transit, melainkan ruang yang merangkum kerinduan, keberanian, dan hangatnya kembali pulang.

Setiap langkah di stasiun menyimpan makna: ada yang berangkat membawa mimpi, ada yang kembali dengan cerita baru. Dan di antara keduanya, stasiun terus menjadi saksi bisu tentang cinta yang pergi dan cinta yang akhirnya kembali. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *